Bantu Penderita Thalasemia, UPTD Pendidikan Sadananya Camis Donorkan Darah

Bantu Penderita Thalasemia, UPTD Pendidikan Sadananya Camis Donorkan Darah

Kepala UPTD Pendidikan Sadananya, H. Dedi Kusmana, saat mendonorkan darah. Photo : Dian Sholeh WP/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Permintaan kebutuhan darah di PMI Kabupaten Ciamis per bulannya mencapai 600-700 labu. Sedangkan stok darah yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah yang dibutuhkan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan penderita Thalasemia.

Dengan adanya permasalahan tersebut, UPTD Pendidikan Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhan. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula UPTD, Senin (2/12).

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, H. Dedi Kusmana, mengatakan, kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang mulia karena menolong jiwa manusia.

“Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari wujud nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah, terutama untuk transfusi bagi penderita Thalasemia,” ujarnya kepada HR.

Menurut Dedi, pihaknya juga merencanakan kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan, dan diharapkan, khususnya pegawai yang ada di lingkungan Pendidikan Kecamatan Sadananya, kesadarannya untuk menjadi donor darah bisa meningkat.

Sementara itu, Kepala UDD (Unit Donor Darah) PMI Kabupaten Ciamis, Tete, mengaku, pihaknya masih kesulitan untuk menutupi kekurangan darah yang dibutuhkan. Selama ini untuk menutupi kekurangan itu PMI mendapatkan bantuan darah dari luar, yakni  antar UDD.

Lebih lanjut Tete menyebutkan, permintaan kebutuhan darah di PMI Kabupaten Ciamis per bulannya mencapai 600-700 labu. Namun, pihaknya baru bisa memenuhui sekitar 60 persen.

“Permintaan kebutuhan darah yang sudah pasti dari keluarga penderita Thalasemia. Sebab, jumlah penderita Thalasemia di Kabupaten Ciamis yang rutin transfusi darah setiap bulannya ada sebanyak 148 orang. Kami berharap mudah-mudahan kesadaran dan kepedulian masyarakat terus meningkat. Terutama desa siaga, selain harus mensosialisasikan juga harus memberikan contoh dalam mendonor,” harap Tete. (DSW/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles