Di Masa Kepemimpinan Engkon; DBM Ciamis Rendah, Kondusifitas Masyarakat Terjaga

20/12/2013 0 Comments
Di Masa Kepemimpinan Engkon; DBM Ciamis Rendah, Kondusifitas Masyarakat Terjaga

Photo : Bupati Ciamis, Engkon Komara.

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Peningkatan Daya Beli Masyarakat (DBM) Kabupaten Ciamis, Jawa barat, tercatat sangat rendah. Hal itu terungkap dalam hasil catatan kurun empat tahun, yang disampaikan Bupati Ciamis, H. Engkon Komara, pada Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Ciamis, Periode 2009-2013, dalam Sidang Paripurna DPRD Ciamis, Senin (16/12).

Menurut Engkon, daya beli masyarakat Ciamis hanya mencapai sekitar Rp. 718.000 pada tahun 2009. Dan turun menjadi Rp 641.000. Namun ada kenaikan pada tahun 2012, menjadi Rp 641.718.

“Rendahnya nilai tukar hasil pertanian diakibatkan biaya produksi dengan hasil panen tidak sesuai. Ditambah dengan bencana alam, jelas menjadi salah satu faktor rendahnya DBM Ciamis,” ungkapnya.

Engkon menegaskan, lambatnya upaya peningkatan DBM Ciamis, dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi global, terutama kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras. Dan hal itu sangat dirasakan masyarkat Ciamis dewasa ini.

Lebih lanjut, Engkon menyebutkan, DBM Ciamis rendahnya luar biasa, sehingga perlu adanya upaya menstabilkan kembali. Bahkan kata Engkon, Kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya untuk barang dan jasa, sangat dipengaruhi oleh harga-harga riil antar wilayah.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi berhubungan secara simultan dan saling mempengaruhi.  Seperti kondisi Kabupaten Ciamis pada tahun 2012 melambat, krena dipengaruhi pendapatan rata-rata masyarakat.

Meski demikian, lanjut Engkon, secara makro, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Ciamis, selama 4 tahun terakhir meningkat, dari 71,79 poin menjadi 72,97 poin. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) rata-rata 5,02% dan  Produk Regional Bruto (PDRB) harga berlaku meningkat dari 15,840 triliun menjadi 21,180 triliun. Sedangkan PDRB atas harga konstan dari Rp 6,316 Trilun menjadi Rp 8,199 triliun.

Direktur LSM Nuansa Ungu Kabupaten Ciamis, Maulana Sidik, menilai, upaya peningkatan DBM selama empat tahun ini lambat. Tapi dia menganggap, di bawah kepemimpinan Engkon, kondusifitas masyarakat Ciamis tetap terjaga.

Padahal, kata Sidik, potensi kisruh di kalangan masyarakat sangat tinggi. Salah satunya, ketika Pangandaran berpisah dari Ciamis. Diitambah lagi suasana menghadapi Pemilukada tahun 2013 ini.

“Meski banyak penghargaan skala nasional diraih Ciamis, namun keberhasilam yang paling esensial adalah menjaga stabilitas Ciamis. masyarakat secara umum tidak terganggu dalam menjalani aktifitas sehari-hari, khusunya masyarakat petani,” pungkasnya. (es/koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply