Diburu Ibu-ibu Pengajian, PSK di Pamugaran Pangandaran Kocar-kacir

09/12/2013 1 Comment
Diburu Ibu-ibu Pengajian, PSK di Pamugaran Pangandaran Kocar-kacir

Sejumlah PSK yang kerap mangkal di tempat hiburan blok Pamugaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, saat dievakuasi oleh aparat kepolisian, setelah menjadi target buruan sejumlah ibu-ibu pengajian yang kesal dengan aktivitas maksiat di tempat hiburan tersebut, Sabtu (7/12). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Aksi sweeping yang dilakukan oleh ibu-ibu pengajian yang juga warga Dusun Padasuka, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, saat mengobrak-abrik tempat hiburan malam di blok Pamugaran, Sabtu (7/12), ternyata membuat sejumlah Pekerja Seks Komersil (PSK) kocar-kocir.

Saat melakukan aksi sweeping, ibu-ibu pengajian ini tampak membidik PSK yang tinggal di sejumlah kafe tersebut. Saat memergoki PSK yang berada di dalam kafe, ibu-ibu ini langsung memburunya. Beruntung, aparat kepolisian dan TNI yang melakukan pengawalan aksi ini berhasil mengevakuasi para PSK tersebut.

Ukarnisah, koordinator aksi, mengatakan, warga tetap bersikukuh agar kawasan Pamugaran bersih dari aktivitas maksiat. Dia pun bersama ibu-ibu lainnya saat menggelar aksi berteriak lantang agar tempat hiburan malam di kawasan itu secepatnya ditutup.

“Apabila kafe- kafe ini tetap saja beraktivitas, maka dalam beberapa hari kedepan kami akan menggelar kembali aksi yang lebih besar. Bagi kami harga mati bahwa di kawasan Pamugaran harus bersih dari maksiat. Apapun konsekunsinya akan kami hadapi,” tegasnya.

Ketika polisi melakukan evakuasi terhadap PSK yang berada di dalam kafe, tampak pengawalannya begitu ketat. Hal itu dilakukan untuk menghindari amukan dari ibu-ibu pengajian tersebut. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Bang Uddin December 10, at 09:28

    Bahkan ibu-ibu pengajian pun sdh sangat paham ttg hukum syariat keharaman prostitusi utk mengamalkan hadits : Man Roa Minkum Munkaron FalyughoyyirHu BiyadiHi, Fa illam Yastathi’ FabilisaaniHi, Fa illam Yastathi’ FabiqolbiHi, Wadzalika Adh’aful iimaan. Dari Abu Sa’id Al Khudri ra : ‘Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya, dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim) Inilah akibat penguasa/aparat tidak bertindak tegas mengatasi kemaksiyatan! Dan sebagai orang pertama yang memberikan pendidikan pada anak-anaknya Karena sebenarnya tugas ibu adalah sebagai ummu warobatul bait (ibu pengatur rumah tangga). Yang memelihara keluarga, suami dan juga anak terpaksa harus turun tangan menghentikan maksiyat langsung, Harusnya kita malu apalagi sebagai laki-laki, tetapi yang lebih memalukan lagi penguasa/aparatt yang berwenang dan mengaku sebagai seorang muslim.

    Reply

Leave a Reply