Ibu-ibu Pangajian ‘Obrak-abrik’ Tempat Prostitusi di Pangandaran

09/12/2013 0 Comments
Ibu-ibu Pangajian ‘Obrak-abrik’ Tempat Prostitusi di Pangandaran

Seorang ibu-ibu berkerudung tampak tengah memaki sejumlah PSK yang kerap mangkal di sejumlah tempat hiburan di blok Pamugaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Selasa (6/12). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Di saat anggota kepolisian dan Satpol PP kerap kesulitan membubarkan tempat hiburan malam yang berada di blok Pamugaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, tapi tidak demikian dengan sejumlah ibu-ibu pengajian ini.

Sedikitnya 200 ibu-ibu pengajian yang juga warga Dusun Padasuka, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten, Pangandaran, Sabtu (7/12), ‘mengobrak-abrik’ sejumlah kafe hiburan malam yang diduga kerap dijadikan tempat prostitusi. Alhasil, ibu-ibu ini berhasil mengusir sejumlah wanita malam yang diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) dari tempat hiburan tersebut.

Dari pantauan HR, ratusan ibu-ibu ini ketika datang langsung membuka paksa setiap kafe yang berada di blok Pamugaran. Ketika mendapati wanita di dalam kafe tersebut, ibu- ibu pengajian ini langsung mengusir wanita tersebut.

Menurut Ukarnisah, koordinator aksi, tindakan yang dilakukan oleh ibu- ibu pengajian ini kerena kesal dengan keberadaan tempat hiburan malam tersebut. Selain suara musik dari kafe tersebut kerap menimbulkan bising, juga mereka tidak mau kampungnya tercoreng oleh aktivitas prostitusi di tempat hiburan tersebut.

“Kami sebenarnya sudah melakukan dialog dengan pihak pengelola tempat hiburan. Saat itu kami meminta agar kafe-kafe maksiat yang berada di kampung kami segera dibubarkan. Tapi permintaan kami tidak digubris, “ tegasnya.

Ukarsinah menambahkan, sebelum digelar aksi ini, warga pun sempat memberikan peringatan sebanyak tujuh kali. Peringatan itu isinya agar tempat hiburan malam tersebut segera ditutup.“Tapi tetap saja tidak didengar. Akhirnya kami terpaksa sekarang mendatangi tempat hiburan ini agar penghuninya segera angkat kaki dari kampung kami, “ tandasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply