Inilah Alasan Oknum Guru di Pangandaran Tampar Siswanya

12/12/2013 0 Comments
Inilah Alasan Oknum Guru di Pangandaran Tampar Siswanya

Foto: Ilustrasi/Net

Parigi, (harapanrakyat.com),-

AL (46), oknum guru SMK Tunas Briliant Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, mengakui bahwa dirinya telah melakukan penamparan terhadap siswanya, Indra Lesmana (16). Namun, penamparan tersebut terjadi secara spontan dan di saat dirinya tak mampu membendung emosi.

Menurut AL, saat itu dirinya memergoki siswanya Indra dan Ega tengah berkelahi sengit. Dia pun bersama rekan gurunya langsung melerai perkelahian tersebut. “Saat itu wajah Ega babak belur. Kemudian Ega dibawa ke ruang UKS oleh Pak Helmizar (Guru). Dan saya saat itu bawa Indra ke ruang guru. Maksud saya  akan memberikan pembinaan terhadap Indra,” ujarnya, kepada HR, di Mapolsek Parigi, Rabu (11/12).

AL mengungkapkan, saat dirinya memberikan pembinaan terhadap Indra, ternyata siswa tersebut tampak seperti orang mabuk. Terlebih, mata siswa tersebut tampak merah dan dari mulutnya tercium bau alkohol. Aroma bau alkohol jenis minuman ginseng pun semakin tercium ketika Indra saat itu berbicara.

“Saat itu saya tanya kepada Indra, kamu mabok ya? Ketika ditanya, dia (Indra) malah menjawab dengan intonasi bicara tinggi dan tampak seperti menantang. Semakin lama dia bicara, semakin tercium bau alkohol dari mulutnya,” ungkapnya.

Melihat geleget siswanya yang tampak seperti menantang dan aroma bau alkohol dari mulut Indra semakin menyengat, membuat AL berubah menjadi emosi.” Saking saya kecewa terhadap Indra, spontan saya menampar dia. Tapi dia saat itu malah seperti melakukan perlawanan. Dengan spontan pula saya langsung menjamak rambutnya hingga terjatuh,” ujarnya.

AL pun membantah dia melakukan penganiayaan hingga Indra mengalami luka lebam dan lecet pad wajahnya. ” Saya hanya menampar satu kali. Adapun Indra babak belur, karena dia berkelahi dengan temannya,” ujarnya.

AL menjelaskan, setelah menampar Indra, dirinya sempat mengajak Indra berbicara. Saat itu AL meminta maaf kepada Indra karena secara spontan telah melakukan penamparan.

“Setelah suasana tenang, saya langsung meminta maaf dan menasehati Indra. Saya jelaskan kepada Indra bahwa saya menampar atas dasar sayang sebagai pendidik yang memiliki tanggung jawab dalam membina siswanya,” ujarnya.

Menurut AL, setelah dirinya selesai menasehati, kemudian Indra malah meminta izin untuk pulang ke rumahnya., Saat itu Al sempat mencegah, tapi Indra tetap ngotot ingin pulang. “Saya mencegah dia pulang karena kegiatan Pramuka masih berlangsung. Dan seluruh siswa yang mengikuti kegiatan tersebut wajib tidur di sekolah. Tetapi dia tetap ngotot ingin pulang dan tidak mau mengikuti kegiatan pramuka hingga selesai,” jelasnya.

AL pun mengaku kaget ketika orang tua Indra melaporkan dirinya ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. “Perlu saya luruskan, sebelum saya menampar, Indra sudah terlibat perkelahian dengan temannya. Artinya, tamparan saya tidak sampai membuat Indra mengalami luka,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut AL, dirinya menyesal karena secara tidak sadar telah menampar Indra. Dia pun mengatakan akan mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan kekerasan saat memberikan pembinaan kepada siswanya.

Sebelum dikonfrimasi HR, AL sempat menjalani pemeriksaan polisi terkait pengaduan orang tua Indra yang melaporkan AL dengan tuduhan penganiayaan. AL pun tampak dicecer pertanyaan oleh penyidik saat menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Parigi. (Syam/R2/HR-Online)     

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!