Jika Penolakan di Padaherang Meluas, Investor Semen Akan Mundur

13/12/2013 1 Comment
Jika Penolakan di Padaherang Meluas, Investor Semen Akan Mundur

Perwakilan warga dari 12 desa di Padaherang, saat mengikuti sosialiasi terkait ekspolrasi, eksploitasi dan pendirian pabrik semen, di Aula kantor Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/12). Foto: Madlani/HR

Padaherang, (haraparakyat.com),-

Komisaris PT. Purimas Sarana Sejahtera, Kunto Sanjono, menyatakan, seandainya terjadi deadlock dan masyarakat Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tetap saja menolak terhadap rencana eksplorasi, ekploitasi bahan baku semen dan pendirian pabrik semen, pihaknya tidak akan memaksakan diri.

Kunto menambahkan, kehadiran pihaknya di Padaherang dengan mendirikan pabrik semen ingin mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Apabila dengan berbagai cara  pendekatan masyarakat setempat tetap saja menolak, maka pihaknya akan mengurungkan inventasi tersebut.

“Tapi perlu dicatat, potensi tambang di Padaherang sangat luar biasa. Kandungan bahan baku semen di Padaherang bisa memenuhi kebutuhan 4 juta ton per tahun. Selain semen, ada lagi potensi tambang lainnya, namun belum bisa diungkap sekarang, karena masih dalam tahap penelitian,“ ungkapnya, saat menggelar konferensi pers, usai menggelar sosialiasi, di Kantor Kecamatan Padaherang, Kamis (12/12).

Namun demikian, kata Kunto, adanya penolakan dari masyarakat merupakan sebuah hal yang wajar, karena mereka belum paham betul terkait pabrik semen. “Kami tetap bersabar, walau izin resmi dari pemerintah mengenai eksplorasi sudah kami kantongi. Sebentar lagi juga izin eksploitasinya akan keluar. Meski eksploitasi di jamin undang-undang, tapi kalau penolakan dari masyarakat semakin meluas, kita akan urungkan rencana investasi di sini, “ katanya.

Kunto juga mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang masih menolak kehadiran pabrik semen. Bila perlu, pihaknya akan mengajak masyarakat untuk melakukan study banding ke pabrik semen di daerah lain yang sudah berdiri.

“Kalau masyarakat khawatir soal pencemaran lingkungan, mari kita study banding ke pabrik semen yang teknologinya sama dengan yang kami miliki. Yang jelas, mesin yang kami miliki sudah dilengkapi dengan teknologi canggih dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Kunto mengatakan, hadirnya sebuah pabrik semen di suatu daerah merupakan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Karena dari berdirinya pabrik tersebut, otomatis akan menggerakkan  perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentu akan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kita juga berkewajiban memerankan fungsi CSR, yakni melakukan pemberdayaan masyarakat, membantu peningkatan infrastruktur di daerah tersebut, juga membantu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan,” katanya.

Namun demikan, lanjut Kunto, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait rencana pendirian pabrik semen tersebut. “Kita juga butuh kepastian apakah bisa berinvestasi di Padaherang atau tidak. Karena rencana ini butuh kepastian, mengingat pada tahun 2017 pemerintah pusat akan melarang pendirian pabrik semen di pulau Jawa, “ pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Kempur December 17, at 10:05

    Sebaiknya diadakan pendekatan dulu ke masyarakat, terutama masyarakat yang berada di lokasi yang akan dijadikan tempat kegiatan, karena selama ini masyarakat mendapat informasi yang simpang siur. Kalau masyarakat sudah paham, nanti mereka bisa menimbang apakah lebih banyak positifnya atau negatifnya.

    Reply

Leave a Reply