Karena Banjir Lagi, Petani Pangandaran Merugi Hingga 60 Persen

21/12/2013 0 Comments
Karena Banjir Lagi, Petani Pangandaran Merugi Hingga 60 Persen

Dua orang petani sedang memanen padi yang terendam banjir, di Blok Liposos Ciganjeung. Photo : Entang/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Banjir datang lagi. Seperti biasanya, ratusan hektar  areal pesawahan milik para petani yang berada di Blok Liposos, Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terendam banjir.

Kali ini, ketinggian  banjir  mencapai 1, 5 meter, bahkan di tengah areal pesawahan, ketinggian air mencapai 3 meter. Tanaman padi pun lenyap terendam, sampai tidak kelihatan bak danau mati yang tak berpenghuni.

Taryo, warga Kalipucang, pemilik areal sawah di Blok Liposo Ciganjeung, mengaku, ia terpaksa memanen padi yang terendam banjir. Menurut dia, padi miliknya itu belum siap dipanen, namun karena terendam banjir, Taryo terpaksa memanennya. Karena jika tidak, padi itu akan membusuk.

Kepada HR, Taryo menuturkan, dirinya mengalami kerugian cukup besar pada musim panen kali ini. Padahal, biasanya dari perseratus bata, Taryo bisa mendapatkan gabah padi hingga 6 kwintal.

Sayang, akibat banjir kali ini, dan meski belum waktunya dipanen, dari serarus bata, Taryo hanya mendpat 2.5  kwintal padi. Kerugian yang dialaminya, diakui Taryo mencapai 60 persen.

Tarsudin, petani Ciganjeung, mengatakan, banjir yang melanda Ciganjeung, merupakan  banjir tahunan. Lagi-lagi, hal ini disebabkan karena jebolnya tanggul. Tarsudin berharap, pemerintah turun tangan menanggulangi air banjir yang terjai di kawasan Blok Liposos.

“Daerah ini adalah lumbung padi,” ungkapnya. (Ntang/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply