Kebijakan Bupati Ciamis Soal Pakaian Sunda Dimanfaatkan Pedagang Pangsi

06/12/2013 0 Comments
Kebijakan Bupati Ciamis Soal Pakaian Sunda Dimanfaatkan Pedagang Pangsi

Photo : Ilustasi Net/ Istimewa

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kebijakan Bupati Ciamis, H. Engkon Komara, terkait pengenaan baju adat Sunda, pangsi, bagi setiap Pegasai Negeri Sipil (PNS), setiap Hari Jum’at, disambut para pedagang pangsi. Sepertihalnya Yadi (38), pedagang baju setelan pangsi, dari Desa Cijeunjing, Kecamatan Cijeunjing, Ciamis. Dia ternyata pintar juga memanfaatkan kebijakan Bupati tersebut.

Yadi, Jum’at (6/12), mangkal di kompleks perkantoran, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Ciamis, mengaku gembira dengan kebijakan itu.

“Saya biasa jualan di Karangkamulyan. Tapi ada kebijakan ini, saya langsung merapat ke kompleks perkantoran,” paparnya.

Kepada HR, Yadi mengaku, membawa puluhan baju setelan pangsi, iket, tarumpah, tas jenis koja dan kaneron. Dia optimis barang dagangan yang dibawanya bakan laris-manis, lantaran banyak PNS belum punya setelan pangsi dan iket.

“Soal harga pangsi katun dibandrol seharga 160 ribu rupiah, iket jadi 40 ribu rupiah dan iket segitiga 35 ribu rupiah,” ujarnya.

Kemudian, sandal khas sunda alias tarumpah dijualnya Rp. 80 ribu, tas khas sunda dari jenis koja, Rp. 80 ribu, dan jenis kaneron Rp. 150 ribu. Pedagang pangsi yang juga biasa mangkal di kawasan alun-alun ini, membeli barang-barang itu dari Majalaya, Bandung.

“Saya dapat info dari teman, ya jualan saja disini,” imbuhnya. (DK/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply