Investor Semen Datang Lagi ke Padaherang, Disambut Unjuk Rasa

13/12/2013 0 Comments
Investor Semen Datang Lagi ke Padaherang, Disambut Unjuk Rasa

Ratusan massa dari tiga desa di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, saat menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana eksplorasi tambang dan pabrik semen di daerahnya, Kamis (12/12). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul digelarnya kembali pertemuan dan sosialisasi terkait eksplorasi tambang dan rencana pendirian pabrik semen, yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/12), ternyata memicu sejumlah warga setempat kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan di Jalan Raya Padaherang.

Warga yang tergabung dari perwakilan massa di tiga desa, yakni Desa Kedungwuluh, Desa Pasirgeulis dan Desa Karangmulya, tetap berteriak lantang menolak terkait rencana eksplorasi tambang dan pendirian pabrik semen.

Akibat aksi  pemblokiran jalan  tersebut, membuat arus lalulintas di Jalan Raya Padaherang Pangandaran macet hingga puluhan kilometer. Selain itu, warga pun melakukan aksi bakar ban di tengah jalan sebagai bentuk protes.

Sementara itu, saat aksi unjuk rasa berlangsung, di Aula Kecamatan Padaherang, digelar pertemuan antara perwakilan Pemkab Pangandaran, Investor Semen dari PT Chomenoe dan perwakilan warga untuk membahas rencana eksplorasi dan pendirian pabrik semen. Menyusul digelarnya kembali pertemuan dengan invenstor inilah yang memicu warga kembali menggelar aksi unjuk rasa.

“Kami kembali melakukan aksi, karena pemerintah tidak mendengar aspirasi warga. Sudah jelas-jelas warga menolak terkait pengambilan bahan baku semen dalam bentuk apapun, tapi pemerintah tetap saja memfasiliatasi investor semen datang ke Padaherang,“ teriak Koordinator Aksi, Didin, saat menyampaikan orasi pada unjuk rasa tersebut.

Menurut Didin, warga akan tetap menolak meski ada bujuk rayu dari pihak investor dan pemerintah. Dia menegaskan, pengambilan bahan baku semen dengan bentuk apapun, terlebih dengan berdirinya pabrik semen, hanya akan menimbulkan kerusakan lingkungan di kampungnya. “Keputusan warga sudah tidak bisa ditawar lagi bahwa menolak investor semen masuk ke Padaherang,” tegasnya.

Sementara itu, saat aksi unjuk rasa berlangsung, ratusan aparat keamanan dari TNI dan Kepolisian diturunkan ke lokasi. Sedikitnya seratus personil polisi diturunkan dari Polres Ciamis untuk mengamankan jalannya aksi tersebut. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!