Pengusaha Bumbu Cabai Pedas Ciamis Berhasil Gandeng Indofood

22/12/2013 0 Comments
Pengusaha Bumbu Cabai Pedas Ciamis Berhasil Gandeng Indofood

Photo : Ilustrasi Net/ Istimewa

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bumbu Cabai Pedas Merek ‘SM’ hasil produksi Berkah Do’a Ibu dan Rama, yang beralamat di Dusun Sukamanah, RT 01 RW 08, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mampu mempertahankan kwalitas, harga dan rasa. Pangsa pasarnya sudah tembus ke sejumlah kabupaten/ kota di wilayah Priangan.

H. Iding, pengusaha bumbu, Selasa (17/12), ketika ditemui HR, di rumahnya, mengatakan, awal ketertarikan membuat bumbu berbahan Cabai merah India, termotivasi karena banyaknya jenis makanan cemilan yang selalu disertai rasa pedas.

Cabai atau lombok, kata Iding, merupakan salah satu bumbu dasar untuk penyedap rasa makanan. Cabai disukai oleh banyak orang karena dapat menambah gairah makan dan melejatkan makanan.

Dari dasar itulah, lanjut Iding, sejak dua tahun silam dia memproduksi bumbu pedas. Bumbu Cabai pedas hasil olahannya mengandung capsaisin, seperti minyak dan menyengat sel pengecap lidah.

“Zat inilah yang mengakibatkan Cabai memiliki rasa pedas bila dikonsumsi, sehingga membuat orang yang mengkonsumsinya ketagihan. Di sisi lain, Cabai juga mengandung banyak vitamin yang berguna bagi manusia,” ujarnya.

Iding, menjelaskan, sejak dua tahun memproduksi bumbu Cabai pedas, kini perusahaannya  juga memproduksi bumbu warna yang diformulasikan khusus industri makanan. Produk tersebut dipasarkan di wilayah Priangan.

Usaha ini berjalan lancar berkat jalinan kerjasama denga perusahaan Indofood. Setiap hari, sedikitnya 1 kintal bumbu pedas dan bumbu warna bisa dihasilkannya, diproduksi oleh  dua orang tenaga kerja.

Terkait masalah harga, bumbu hasil olahan Iding, dijual Rp.35.000 perkilogram. Meski, Iding, tidak bercerita masalah keuntungan yang diperoleh, dia mengaku, melalui itu di bisa mendapatkan tambahan penghasilan, serta bisa memberdayakan warga sekitar.

“Sebagai pengusaha, jangan selalu terfokus pada keuntungan semata. Tapi sejauh mana pengusaha bisa melayanai konsumen, yang dianggap sebagai raja. Sebab untung-rugi perusahaan, sangat tergantung pada konsumen,” pungkasnya. (Dji/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply