Pusat Kabupaten Ditata, PKL Pangandaran Ditertibkan

Pusat Kabupaten Ditata, PKL Pangandaran Ditertibkan

PKL Pasar Sukasari sedang melakukan musyawarah. Photo : Syamsul Maarif/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Menghadapi agenda penataan pusat Kabupaten Pangandaran, di wilayah Parigi, Pedagang Kaki Lima (PKL) di bilangan Pasar Sukasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, segera ditertibkan. Hal itu terungkap saat Kepala UPTD Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Wilayah Parigi, Rodih, SH, menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi penertiban PKL di Sekretariat Himpunan Pedagang Pasar Parigi (HP3), Sabtu (7/12).

Rodih mengatakan, penataan PKL yang terletak di depan Pasar Parigi sudah menjadi wacana sejak jauh-jauh hari, mengingat keberadaan roda dan jongko pedagang berada di trotoar di sepanjang jalur jalan Nasional.

“Wacana penertiban dan penataan PKL Pasar Parigi sebetulnya sudah lama, atau setelahnya dikeluarkannya surat edaran dari Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, pertanggal 27 Agustus 2013,” ungkapnya.

Untuk itu, maka pihak UPTD Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Wilayah Parigi, menggelar rapat bersama para PKL, HP3 dan Satuan Pamong Praja, yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Dadang Abdurochman, S.IP, guna penertiban dan penataan pasar Sukasari Parigi.

Lebih lanjut, Rodih menuturkan, penertiban yang dilakukan bukanlah penggusuran, ataupun pelarangan berjualan untuk PKL. Akan tetapi penataan dan keseragaman letak jongko dengan menyediakan bangunan yang permanen. Sebab kalau kondisi saat ini, jongko yang ditempati oleh PKL bertempat di trotoar, untuk itu akan segera dilakukan penataan letak jongko dengan cara digeser ke sebelah dalam.

Senada dengan itu, Ketua HP3, Yusro Mulyatna, mengatakan, PKL yang sekarang berada di kawasan Pasar Sukasari Parigi, sudah siap untuk ditata dan dibenahi, berdasarkan hasil musyawarah anggota.

“Saya Ketua HP3, bersama 33 anggota PKL 33, menyepakatinya. Dan menyetujui rencana relokasi dan pembangunan jongko permanen, agar tidak mengganggu ketertiban umum. Kita kejar target,  akhir bulan Desember ini selesai,” kata Yusro.

Yusro menambahakn, selain ketertiban dan penataan ruang letak pasar juga akan berdampak positip terhadapa kenyamanan umum. Sebab, bila jongko yang sekarang ini masih berada di trotoar, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penertiban serentak dari pemerintah.

“Sebelum itu, kita (PKL,red) sudah berpikir lebih awal untuk berbenah. Sebab, kalau penertibannya secara paksa kan biasanya berujung kekisruhan, tetapi kalau penertibannya secara kesadaran pribadi maka akan dirasa enak dan nyaman,” pungkas Yusro.

Sementara itu, Sahud, salah satu PKL, mengatakan,  penataan yang diwacanakan oleh HP3 dan pihak UPTD Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Wilayah Parigi sebetulnya sudah menjadi dambaan para pedagang sejak lama.

PKL juga menyadari, selama ini sudah melanggar aturan, dengan berjualan dan membangun jongko di atas trotoar jalan. Selain itu, keberadaan jongko tersebut juga kurang sedap dipandang mata.

“Jongko PKL selama in tidak seragam. Dengan penataan ini, selain soal penyeragaman, kami juga ingin Parigi menjadi pasar percontohan di Pangandaran,” pungkasnya. (Syam/koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles