Saat Pelantikan PWI Ciamis, Kang Aher; “Good News is Good News, Bad News Is Bad News”

05/12/2013 0 Comments
Saat Pelantikan PWI Ciamis, Kang Aher; “Good News is Good News, Bad News Is Bad News”

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat memberikan sambutan, pada acara pelantikan PWI Ciamis, di Pangandaran. Photo : Heri Herdianto/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyatakan, media harus berperan dan proaktif dalam  pembangunan yang dilakukan pemerintah. Sebagai mitra pembangunan, media juga perlu berperan sebagai WatchDog, untuk mengkritisi dan memberi masukan kepada pemerintah.

Hal itu disampaikan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat memberikan sambutan, pada acara Pelantikan Pengurus PWI Perwakilan Ciamis, periode 2013-2016, di Hotel Laut Biru Pangandaran, Selasa (3/12).

Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, mengakui bahwa pers selama ini merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengkritisi sekaligus mensosialisasikan hasil pembangunan. Secara kesejarahan, pers berada dalam pilar keempat demokrasi, setelah kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Menurut Aher, pers bisa mewarnai setiap opini yang berkembang di masyarakat. Namun pers juga mempunyai aturan main sendiri yang dinamakan kode etik pers. “Paradigma yang dibangun media dalam melakukan kemitraan dengan pemerintah harus dirubah. Dulu media mempunyai paradigma Bad News is Good News namun sekarang menjadi Good News Is Good News, Bad News Is Bad News. Berita baik katakan baik, berita buruk katakan buruk,ucapnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam rangkain acara pelantikan yang berlangsung meriah itu, Aher juga menyebut, pers bisa berperan sebagai agen pendidikan.

“Pers harus berperan juga sebagai agen pendidikan yang berfungsi mengedukasi masyarakat dan mengawal tatanan Civil Society,” ujarnya.

Aher menandaskan, bahwa Civil society atau masyarakat madani adalah suatu tatanan ideal masyarakat yang salah satunya memerlukan peranan penting media massa.

“Pers bisa melakukan fungsi pendidikan kepada masyarakat salah satunya adalah dengan mendongkrak minat baca masyarakat. Dimana minat baca masyarakat Indonesia, termasuk Jawa Barat ini masih rendah. Rasio 1000 orang masyarakat hanya bisa mengakses satu buku, kenyataan ini jauh lebih rendah dibanding masyarakat Amerika dan Hongkong,” paparnya.

Dalam sambutannya yang penuh keakraban tersebut, Heryawan mengatakan, dengan cita-cita masyarakat madani, peran Negara melaui pemerintah hanya sebatas menjamin keamanan, Kepastian hukum, ketersedian pangan, pendidikan dan kesehatan serta pembangunan infrastruktur bagi warga masyarakatnya.

“Sisanya dilakukan oleh pemodal dan masyakat sipil,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PWI Jawa Barat, H. Mirza Zulhadi, mengatakan, pers harus bergandengan tangan dengan pemerintah dalam mengawal proses pembangunan. ”Tentunya insan pers juga harus mengedepankan kode etik juga dalam bertugas,” ungkapnya.

Mirza juga mengatakan dalam sambutannya bahwa pelantikan pengurus PWI Cabang Ciamis ini sangat unik dimana satu-satunya cabang PWI yang pelantikannya dihadiri langsung oleh Gubernur.

“PWI Cabang Ciamis yang lingkup kerjanya membawahi Ciamis, Banjar, dan Pangandaran sangat unik, dimana pelantikannya dihadiri langsung oleh Gubernur Jabar,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply