Siswa SMK di Pangandaran Tewas, Sekolah Gelar Doa Bersama

19/12/2013 0 Comments
Siswa SMK di Pangandaran Tewas, Sekolah Gelar Doa Bersama

Jenazah Teguh, siswa SMK Negeri 1 Padaherang, saat dievakuasi setelah tenggalam saat berenang di pantai Karangnini, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/18). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Tewasnya seorang siswa SMK Negeri 1 Padaherang bernama Teguh (17), yang tenggelam saat berenang di blok Karang Masigit pantai Karangnini dan kemudian mayat korban ditemukan di blok Karangkuda pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, ternyata mengundang  perhatian dari pihak sekolah. Ratusan siswa di sekolah tersebut, Rabu (18/12), menggelar acara doa bersama di lingkungan sekolah untuk mendoakan Almarhum Teguh.

Kepala SMK Negeri 1 Padaherang, Drs. Dede Tarlana, mengatakan, acara doa bersama untuk mendoakan Almarhum Teguh merupakan bentuk solidaritas dari teman-teman sekolahnya. “Kami semua mendoakan agar Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga tabah dalam menerima cobaan ini,” ujarnya, Rabu (18/12).

Hal senada pun disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. Nana Ruhena. Dia mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya Teguh. “Semoga kejadian ini untuk yang terakhir kalinya bagi siswa di Kabupaten Pangandaran. Kami pun meminta kepada orang tua siswa untuk mengawasi anak-anaknya saat bermain di luar jam sekolah, “ ungkapnya.

Sementara itu, Deni, teman korban mengatakan, sebelum terjadi peristiwa naas, dirinya bersama Teguh dan empat rekan lainnya berangkat ke pantai Karangnini sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (17/12). Setelah sampai di Karangnini, dia bersama rekannya, termasuk Teguh, langsung berenang di pantai.

“Namun, saat itu saya dan empat teman lainnya berenang di bibir pantai. Sementara Teguh sendirian nekad berenang ke tengah dan hingga akhirnya terseret arus. Kami sempat mencoba menolong Teguh, tapi karena arus semakin kencang, akhirnya Teguh semakin terseret ke tengah, “ ujarnya.

Menurut Deni, dirinya pun saat itu berusaha meraih tangan Teguh hingga sempat memegang tangannya ketika tergulung ombak. Namun, pegangan tangan dengan Teguh terlepas ketika arus ombak semakin kencang. “Ketika pegangan tangan terlepas, Teguh semakin ke tengah dan akhirnya menghilang. Kami pun panik dan langsung meminta tolong kepada warga sekitar,” ujarnya sembari mengaku trauma dengan terjadinya peristiwa tersebut. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!