Upaya Antisipatif, FKDM Ciamis Berikan Pembinaan

10/12/2013 0 Comments
Upaya Antisipatif, FKDM Ciamis Berikan Pembinaan

Sejumlah peserta sedang mengikuti kegiatan sosialisasi FKDM, yang digelar di Hotel Priangan. Ketua FKDM, saat memberikan sambutan. Photo : Dian Sholeh WP/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka kewajiban melindungi masyarakat untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan nasional serta keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia. Kewaspadaan dini masyarakat adalah sebuah kondisi kepekaan, kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana perang, bencana alam, maupun bencana yang diakibatkan ulah manusia.

Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin, saat memberikan sosialisasi dan pembinaan di Hotel Priangan, Senin (10/12). Menurutnya, hal seperti ini sangat perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat, agar nantinya bisa paham.

Dalam penyelenggaraan kewaspadaan dini masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis, harus menjadi tanggung jawab bersama. Dan Kepala Daerah harus membina dan memelihara ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Untuk tugas FKDM sendiri, kata Wawan, yaitu menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data serta Informasi dari masyarakat, mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam upaya pencegahan dan penanggulangan secara dini.

“Pembentukan FKDM dilakukan oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah.  Dari mulai pemerintah Kabupaten, Kecamatan sampai ke kelurahan/ desa, mempunyai tugas masing-masing dalam pencegahan dan penanggulangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wawan menambahkan, hal ini perlu disosialisasikan dan diberi pembinaan, selain merupakan peraturan dalam negeri, juga dalam upaya kewaspadaan dini masyarakat yaitu untuk mewujudkan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat.

Sementara itu, Keken, perwakilan ormas desa, yang merupakan peserta dalam sosialisasi dan pembinaan, mengatakan, sedikit banyaknya sudah bisa memahami dalam mengantisipasi adanya bencana, baik bencana alam maupun bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia.

“ Saya berharap hal ini juga kedepan ada tindak lanjutnya, agar bisa lebih memahami lagi. Sekarang saya bisa memahami mengenai potensi ancaman keamanan, gejala, atau peristiwa bencana dalam pencegahan dan penanggulangannya sejak dini,” pungkasnya (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!