16 Cabor di Pangandaran Protes ke KONI Jabar

09/01/2014 0 Comments
16 Cabor di Pangandaran Protes ke KONI Jabar

Foto: Ilustrasi/Net

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 16 Cabang Olahraga (Cabor) yang tergabung dalam Forum Olahraga Pangandaran Bangkit (FOPBang), yang dipimpin Ipin Arifin, tanggal 4 Januari 2014 lalu, menggelar audensi dengan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jawa Barat.

Di ruang rapat Kantor KONI Propinsi, di Jl. Padjadjaran, perwakilan 16 Cabor diterima langsung oleh sekitar 6 pengurus yang dipimpin oleh Wakil Ketua KONI, Ahmad Saefudin.

Pada kesempatan itu, FOPBang bersikukuh mempertanyakan pemilihan Ketua KONI Pangandaran yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan.

Selain alasan itu, Ipin juga mengkritisi tentang tidak adanya surat pendelegasian dari Ketua masing-masing Cabor, kepada peserta yang datang pada acara pemilihan Ketua KONI, yang dilaksanakan di Batukaras, tanggal 5 Desember 2013 lalu.

Tedi Restiadi, Pengurus Cabor PORKI, menyebutkan, adanya kesalahan menanggapi isi surat dengan nomor : 1539/KONI/2013, yang ditandatangani Ketua Umum KONI Jawa Barat. Dalam surat itu, kata Tedi, selain menerangkan tentang AD/ART, juga menyatakan KONI Pangandaran diharuskan hanya memilih Ketua Caretaker, untuk memfasilitasi cabor-cabor mendapatkan SK dari Pengurus Daerah (Pengda).

Pengurus Cabor Dayung, Tudi Hermanto, juga mengkritisi tentang ketidakjelian KONI Propinsi dalam mekanisme kerja di daerah. Seharusnya, kata Tudi, KONI propinsi tahu bahwa cabor-cabor di Pangandaran belum jadi Pengcab, karena masih belum ada legitimasi dari pengda.

Sementara itu, tokoh masyarakat Panganaran, H. Adang Hadari, menjelaskan, kedatangan FOPBang ke propinsi, diharapkan bisa mendapatkan pencerahan bagaimana mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh, supaya hasilnya bisa membuat semua pihak tetap kondusif.

“Rasanya kami sudah tepat datang kesini untuk konsultasi, daripada kami datang ke kantor pos,” kata H. Adang, yang disambut ketawa peserta audensi.

Adang menuturkan, agar semua pihak hendaknya tidak memakai “segala cara” untuk proses pembentukan KONI Pangandaran, karena kedatangan FOPBang sendiri ke Propinsi tidak dalam kepentingan untuk menjadi pengurus KONI Pangandaran.

“Artinya, siapapun nanti yang jadi Ketua atau Pengurus KONI Pangandaran, asal melalui mekanisme yang betul, serta mendapat dukungan dari mayoritas cabor, itulah tujuan kami datang kesini,” tegas H. Adang.

Menanggapi apa yang disampaikan FOPBang, Wakil Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, merespon baik serta berjanji akan membawa permasalahan itu ke rapat kerja dengan Ketua Umum.

Ahmad emnuturkan, KONI Jabar tidak akan banyak menjawab, tapi akan lebih banyak menampung dulu segala permasalahan yang terjadi di KONI Pangandaran. “Dan jika semua yang dikatakan FOPBang itu benar, maka saya bisa katakan bahwa pemilihan Ketua KONI Pangandaran belum final,” tegas Ahmad.

Disoal langkah apa yang akan segera diambil, Ahmad menambahkan, pihaknya akan mengagendakan pembahasan dalam rapat pengurus, serta menghimbau FOPBang agar melakukan audensi dengan Ketua terpilih. Hasilnya bisa dilaporkan langsung ke Bupati dan memberikan tembusan ke KONI Propinsi yang akan dijadikan dasar pijakan langkah selanjutnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply