3 Kawasan Konservasi di Pangandaran Dikembangkan Tempat Wisata

24/01/2014 0 Comments
3 Kawasan Konservasi di Pangandaran Dikembangkan Tempat Wisata

Jajaran BKSDA dan Pemkab Pangandaran, saat menggelar rapat koordinasi, di Aula Hotel Sandaan Pangandaran, Kamis (23/01/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat, menjalin kerjasama dengan Pemkab Pangandaran, dalam pengelolaan kawasan konservasi di Kabupaten Pangandaran untuk dikembangkan menjadi tempat wisata baru.

Kerjasama ini dibangun dalam rapat koordinasi penyusunan rencana aksi pengelolaan kawasan ekositem esensial di Kabupaten Pangandaran, di Aula Hotel Sandaan Pangandaran, Kamis (23/01/2014).

Kepala Bidang Teknis BKSDA Provinsi Jawa Barat, Munarto, menjelaskan, rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dengan Pemkab Pangandaaran dalam melakukan pengelolaan dan pemanfaataan kawasan konservasi.

“Kami mengajak pemerintah daerah bersama-sama mengembangkan kawasan konservasi dikembangkan untuk menjadi tempat obyek wisata alam. Dengan begitu, perlu ada persamaan persepsi dalam menjalankan kerjasama ini,” ujar Munarto.

Menurut Munarto, ada tiga lokasi kawasan pengelolaan BKSDA di Kabupaten Pangandaran yang akan dikembangkan. Lokasi itu berada di kawasan Tanah Timbul Bulaksetra Babakan, kawasan Pelestarian Penyu Pantai Batuhiu, dan kawasan Karst Cukang Taneuh di Obyek Wisata Green Canyon Cijulang.

Ditempat yang sama, Bagian Staf Teknis BKSDA Wilayah III Kabupaten Ciamis, Nugraha, mengungkapkan, setelah digelar rakor dengan Pemkab Pangandaran, akhirnya disepakati beberapa poin kerjasama dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah konservasi.

“Salah satu poin yang disepakati, diantaranya bersama – sama sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan masing-masing melakukan pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran, Drs. Ade Supriatna, mengatakan, pengembangan tempat wisata yang berbasis lingkungan adalah pilihan bijak dalam mendukung penyelematan ekosistem.

“Pengembangan wisata alam berbasis lingkungan yang ditawarkan BKSDA, kami sangat mengapresiasi dan siap bekerjasama,” ujarnya. (Ntang/R2/HR-Online)

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!