80 Wisatawan Tenggelam di Pantai Pangandaran

16/01/2014 0 Comments
80 Wisatawan Tenggelam di Pantai Pangandaran

Sudarsono, warga Cilacap Jawa Tengah, saat dievakuasi tim SAR Balawista setelah tenggelam saat berenang di pantai barat Pangandaran, Rabu (01/01/2014) lalu. Korban selamat setelah mendapat penanganan medis di Puskesmas Pangandaran. Foto: Dokumentasi HR

Petugas Tim SAR Balawista Pangandaran, Irin Basirin

Petugas Tim SAR Balawista Pangandaran, Irin Basirin

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sepanjang libur natal hingga pasca tahun baru, tim SAR Balawista Pangandaran mencatat bahwa sekitar 80 wisatawan terseret arus dan tenggelam saat berenang di pantai Pangandaran. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya dinyatakan tewas. Wisatawan yang tewas itu, yakni 2 mahasiswa asal Bandung yang berwisata ke Pangandaran pasca liburan tahun baru.

“Sampai saat ini kami mencatat sudah ada sekitar 80 wisatawan yang tenggelam. Namun, kebanyakan diantara mereka masih bisa kita selamatkan. Hanya 2 orang saja yang tewas, yakni mahasiswa dari Bandung,” ujar Petugas Tim SAR Balawista Pangandaran, Irin Basirin, kepada HR, Jum’at (10/01/2014).

Menurut Irin, wisatawan yang terseret arus dan tenggelam kebanyakan yang berenang di blok pantai pos 3 sampai pos 5. “ Memang kejadian wisatawan tenggelam sering terjadi di daerah pos 3, pos 4 dan pos 5. Karena di daerah itu arus ombaknya begitu kuat. Makanya, di daerah itu dipasang rambu larangan berenang. Tetapi, masih saja banyak wisatawan yang membandel,” terangnya.

Irin menjelaskan, wisatawan yang tenggelam itu kebanyakan berasal dari Bandung dan Jakarta. Karena wisatawan dari luar daerah, memang didominasi oleh pelancong dari dua kota besar tersebut. “Dari daerah lain juga ada yang tenggelam, tapi tidak sebanyak wisatawan dari Bandung dan Jakarta,”imbuhnya.

Irin mengungkapkan, pihaknya kerap kali memberikan himbauan, baik secara langsung ataupun melalui pengeras suara apabila ditemukan ada wisatawan yang berenang di kawasan terlarang. Namun, himbauan itu terkadang tidak digubris oleh  para wisatawan.

“Mereka yang tenggelam itu kebanyakan yang tidak mematuhi rambu larangan berenang dan tidak mendengar himbauan kami. Padahal, kami selalu berusaha agar tidak terjadi kecelakaan laut. Karena kami berprinsip lebih baik mencegah terjadinya kecelakaan laut, ketimbang harus menyelamatkan wisatawan yang tenggelam,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Parawisata, Perindag dan UKM Kabupaten Pangandaran, Drs. Suheryana, mengatakan, meski angka wisatawan yang tenggelam masih tinggi dikisaran 80 orang, namun wisatawan yang tewas tenggelam untuk tahun ini mengalami penurunan yang signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.

“Artinya, tim SAR Balawista sudah menunjukan kerjanya dengan maksimal, karena sudah bisa menyelamatkan puluhan orang yang tenggelam. Tahun ini untuk jumlah korban tewas paling kecil jika dibanding tahun sebelumnya, “ ujarnya, ketika dihubungi HR, Selasa (14/01/2014).

Namun demikian, lanjut Suheryana, pihaknya dengan tim SAR Balawista dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi untuk mencari solusi agar bisa terus menekan kecelakaan laut pada masa liburan yang akan datang.

“Selain itu, kita pun sudah berencana di beberapa tempat di kawasan pantai yang dilarang berenang akan dibuat rambu-rambu larangan yang lebih jelas terlihat, mudah terbaca serta lebih mudah dipahami oleh wisatawan. Upaya itu dilakukan sebagai solusi untuk menekan angka kecelakaan laut, khususnya di saat masa liburan yang banyak dipadati pengunjung, “ terangnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan Harapan Rakyat Online (harapanrakyat.com), empat mahasiswa asal Bandung tenggelam saat berenang di pantai barat, tepatnya di area pos 5 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Kamis (09/08/2014).

Dua diantaranya dinyatakan tewas dan dua lainnya bisa diselamatkan. Dua korban selamat sebelumnya sempat mengalami kritis, namun bisa tertolong setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Pangandaran.

Empat mahasiswa yang tenggelam itu seluruhnya tercatat sebagai warga Kota Bandung. Mereka adalah Rifki Prianto (22) (korban tewas) warga Jalan Tubagus Ismail RT 04/ RW07 Kecamatan Coblong, Kota Bandung (mahasiswa YPKP Bandung) dan Yosep Muhammad Rizal (22) (korban tewas) warga Jln Vila Asri Tengah 5c 28 RT 02/ RW 10 Sukapada, Cibeunying Kidul, Kecamatan Cicaheum, Kota Bandung (Mahasiswa Unisba).

Sedangkan korban selamat diketahui bernama Irfan Firmansyah (20) warga Dago Barat RT 08/RW 05 Kecamatan Coblog, Kota Bandung (Mahasiswa YPKP) dan Abdul Rizal (21) warga Babakan Ciparay RT 02/ RW 04 Sukahaji, Kota Bandung (Mahasiswa YPKP). (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!