Biaya Distribusi Ayam & Cabai Ciamis Membengkak

23/01/2014 0 Comments
Biaya Distribusi Ayam & Cabai Ciamis Membengkak

Foto: Ilustrasi/Istimewa Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Distribusi pasokan sejumlah komoditas asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ke beberapa pasar di wilayah Ibu Kota Jakarta terhambat. Gara-garanya akibat kondisi Jakarta yang beberapa belakangan ini dilanda banjir. Misalnya saja pasokan ayam, telur, cabai merah dan komoditas lainnya asal Kabupaten Ciamis.

Ketua Persatuan Peternakan Ayam Nasional (PPAN), Ir. Heri Darmawan, ketika ditemui HR, Senin (20/1), mengaku, dalam setiap hari pasokan ayam ke pasar lokal, Jakarta, dan Bandung mencapai 400 ribu ekor.

Heri menuturkan,  dari total angka tersebut, sebanyak 10 persen dipasok untuk pasar lokal, 50 persen untuk pasar Bandung dan 40 persen untuk Pasar Jakarta. Kebutuhan armada angkutan ayam tersebut mencapai 200 truk, dimana pertruk mengangkut 2000 ekor ayam.

“Dari total 40 persen pasokan ke seluruh pasar Jakarta, 30 persennya tertahan. Artinya 120 ribu ekor ayam tidak bisa didistribusikan, karena akses menuju daerah tujuan tergenang air banjir,” paparnya.

Menurut Heri, pasokan ke pasar di wilayah Jakarta sifatnya wajib kirim perhari. Meski Jakarta sedang dilanda banjir, armada pengangkut ayam dari Ciamis diharuskan untuk menerobos banjir.

“Waktu tempuh normal 8 jam. Kini harus 12 -14 jam sampai lokasi. Otomatis ada kenaikan biaya angkut. Malah sebagian pengusaha mengurangi intensitas pengiriman,” ujarnya.

Tambahan biaya lainnya, kata Heri, adalah pemberian pakan. Pengusaha harus mengeluarkan kocek tambahan untuk suplai pakan ayam yang belum bisa dipasarkan. Pemberian pakan tambahan mengakibatkan berat ayam bertambah, menjadi 1,6 kilogram.

Harga BEP (balik modal,red) Rp. 16.500 perekor. Sementara harga di pasaran, ayam saat ini ini hanya Rp. 14.500 per ekor. “Dengan wajib kirim, jelas kami mengalami kerugian meski pasar Jakarta kekurangan pasokan. Kami wait and see (tunggu dan lihat, red) dengan kondisi ini,” katanya.

Kepala Bidang Usaha Peternakan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ciamis, H. Otong Bustomi, Selasa (21/1), mengatakan, Disnak terus memantau perkembangan pasokan ayam dan telur ke kawasan Jakarta.

“Dua puluh persen pasokan ayam ke Jakarta dikurangi, dari total populasi 500 ribu ayam yang siap kirim perharinya,” ungkap Otong.

Otong menuturkan, akibat Banjir Jakarta, pasokan ayam tertahan di kandang Ciamis.  beberapa pengusaha terpaksa memberikan pakan tambahan. Dari waktu panen 30 hari ditunda menjadi 40 hari. Selama penundaan itu, 1 ekor ayam butuh 100 gram pakan perhari. Artinya 10 hari dibutuhkan pakan tambahan sebanyak 1 kilogram perekor ayam. Dan 1 kilogram pakan Rp 5 ribu.

Menurut Otong, dampak kejadian ini,  harga ayam di Jakarta mengalami kenaikan. Namun di Ciamis sendiri, harganya mengalami penurunan. “Harga telur ikut kena dampaknya. Di Pasar Kramat Jati Jakarta, harga telur mencapai Rp.18.500 perkilogram. Di kandang mencapai Rp. 16 ribu,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Kabupaten Ciamis, H. Pipin Apilin, Selasa (21/1), mengatakan, sejumlah petani cabai asal Sukamantri Ciamis terpaksa melempar pasokan cabai ke pasar Cibitung Bekasi.

Hal itu sebagai langkah untuk menghindari pengurangan kualitas cabai. Karena bila pasokan cabai tertahan, cabai itu bisa mengalami pembusukan. Dampak banjir Jakarta yang dirasakan petani adalah membengkaknya biaya transportasi hingga mencapai 20 persen dari harga normal.

“Memang Jakarta kekurangan pasokan cabai. Tapi kenaikan harga di pasaran Jakarta tidak serta merta menambah keuntungan bagi petani. Sebab, ada biaya tambahan tranportasi yang harus petani keluarkan,” paparnya.

Saat ini, kata Pipin, harga cabai TW di tingkat petani berkisar Rp 24 ribu perkilogram. Sementara di Jakarta, harganya mencapai Rp 30 ribu. “Itu hitungan pasar Induk, belum hitungan harga hingga tingkat konsumen,” imbuhnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply