Dari Jamu Beralih ke Mie Ayam Bakso

18/01/2014 0 Comments
Dari Jamu Beralih ke Mie Ayam Bakso

Tasrip (33), pedagang Mie Ayam dan Bakso Mekarsari, di Jalan Kapten Jamhur, Kota Banjar, tampak sedang melayani pelanggannya. Foto: Abdulloh Muklis

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski baru buka sekitar lima bulan, pelanggan Mie Ayam dan Bakso Mekarsari di Jalan Kapten Jamhur, Nomor 11, Kota Banjar, terus bertambah. Selain rasanya yang enak, mie ayam dan bakso yang dijual Tasrip (33), juga tidak menggunakan bahan pengawet sehingga aman bagi kesehatan.

Saat ditemui HR, Senin (13/01), Tasrip menuturkan, bahwa sebelumnya dia berprofesi sebagai pedagang jamu. Namun, melihat peluang usaha jualan mie ayam dan bakso di Kota Banjar ini cukup menjanjikan, maka dia dan istrinya pun kini beralih membuka usaha tersebut.

“Saya datang ke Kota Banjar ini tahun 1992, dan tinggal di Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman. Pada waktu itu istri saya yang jualan jamu. Dari sana kami sempat berpindah-pindah tempat, hingga akhirnya sekarang tinggal di Jalan Kapten Jamhur sambil membuka usaha dagang mie ayam dan bako,” tutur pria pendatang dari Banyumas, sedangkan istrinya asli Solo.

Tasrip mengaku, dalam usahanya itu, kini setiap harinya sudah bisa menghabiskan 100 porsi, terutama mie ayam. Namun, peminat bakso juga tidak kalah banyak. Terbukti, dari hari ke hari pelanggannya terus bertambah.

“Baksonya tidak menggunakan pengawet, tapi ini bakso organik. Makanya terasa gurih dan enak. Pokoknya bisa dibuktikan dengan datang ke Mie Ayam dan Bakso Mekarsari,” kata Tasrip.

Melihat prospek penjualan mie ayam dan bakso sangat bagus, Tasrip rencananya akan membuka cabang di dekat shalter angkot kawasan Pasar Banjar. Bahkan, dia juga kini menerima pesanan dan melayani panggilan untuk resepsi pernikahan dan acara lainnya. (AM/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!