Di Ciamis, Dua Rumah Ambruk Tergerus Longsor

13/01/2014 0 Comments
Di Ciamis, Dua Rumah Ambruk Tergerus Longsor

Dua rumah di Perum Werasari Dusun Desa, Desa Werasari, Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, separuh bangunannya roboh tergerus longsor, Minggu (12/01/2014). Foto: Heri Herdianto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dua rumah yang berada di Perum Werasari Dusun Desa, Desa Werasari, Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, separuh bangunannya roboh tergerus longsor, Minggu (12/01/2014). Bangunan yang roboh terdapat di bagian belakang atau ruang dapur. Rumah tersebut diketahui milik Heri (57) dan Wawan (49).

Dari pantauan HR di lokasi, 2 bangunan dapur berukuran 3,5 x 8 meter itu, posisinya persis bersebelahan dengan sungai Sukajaya. Bahkan, bangunan tersebut rapat dengan bibir sungai. Diduga longsor tersebut disebabkan dari air sungai yang menggerus tanah, sehingga bangunan di atasnya ikut roboh ketika terjadi pergerakan tanah.

Beruntung, akibat bencana longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp. 30 juta.

Heri (57) pemilik rumah, mengatakan, kejadian ambruknya bangunan dapur diduga karena tanah di bawahnya berongga, akibat gerusan air sungai yang berada di belakang rumahnya. “Mungkin karena tanah yang berada di bawah dapur saya sudah berongga di dalamnya, sehingga bangunan ini ambruk secara tiba-tiba,” ucapnya, kepada HR, Minggu (12/01/2014) malam.

Menurut Heri, bangunan belakang rumahnya, menempel di atas tebing sepanjang 10 meter dan di bawahnya terdapat aliran sungai. Sementara di sebelah barat rumahnya, terdapat sebuah curug yang mengalirkan air ke sungai tersebut.

“Apabila musim hujan, debit air dari curug ke sungai cukup deras. Akibatnya, tebing yang menempel dengan dapur, lambat laun terus mengikis. Pada saat kejadian pun tidak ada hujan, apalagi sungai meluap. Bangunan dapur ambruk akibat pergerakan tanah yang disebabkan dari gerusan air dan ditambah tanah di bawahnya sudah berongga, “ jelasnya.

Heri mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarganya sedang berkumpul di ruang tengah. Tepatnya sekitar pukul 15.30, terdengar suara gemuruh dari tembok dapur. “ Tak lama kemudian tiba-tiba bangunan dapur saya ambruk. Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.15 WIB, dapur milik Pak Wawan pun ikut ambruk,” katanya.

Setelah dapur rumahnya ambruk, korban untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya. Hal itu untuk menjaga kemungkinan meluasnya pergerakan longsor. “Saya khawatir bangunan depan rumah kembali tergerus longsor dan mengancam keselamatan keluarga kami,” ujarnya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!