Di Ciamis, Kader NU ‘Nyaleg’ Diminta Keluar dari Pengurus

15/01/2014 0 Comments
Di Ciamis, Kader NU ‘Nyaleg’ Diminta Keluar dari Pengurus

Kader NU saat mengikuti acara silaturahmi, di bilangan kantor PC NU Kabupaten Ciamis. Photo : Eli Suherli/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pengurus Nahdatul Ulama (NU) di semua tingkatan, baik kabupaten/ kota, propinsi maupun pusat, dilarang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai politik. Jika sudah tercatat sebagai Caleg, maka harus mundur atau dinyatakan non-aktif dari kepengurusan.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua NU Propinsi Jawa Barat, H. Eman Sulaeman, dalam acara silaturhami akbar dan maulid Nabi Muhamad SAW, yang digelar di halaman gedung kantor PC NU Kabupaten Ciamis, Minggu 12 Januari 2014.

Eman berkata dihadapan seluruh pengurus NU Kabupaten Ciamis, bahwa Ketua NU yang sudah mencalonkan diri pada pemilihan legislatif, maka harus bisa mengambil sikap dengan menyatakan non-aktif dari jabatan Ketua.

“Apabila pengurus atau Ketua NU ikut mencalonkan diri jadi anggota legislatif, dikhawatirkan NU berkesan berada di bawah bayang-bayang partai politik. Padahal NU sendiri merupakan suatu organisasi terbesar yang berada di Indonesia, dan bukan kumpulan partai politik. Meski orang-orang yang menjadi pengurus banyak yang bergelut di politik,” ungkapnya.

Eman berharap, dengan adanya Keputusan PB NU tersebut, NU tetap memegang khitoh untuk tidak terjun dalam politik praktis. Meski diakui, hampir semua pengurus banyak yang bergabung dengan partai politik.

Lebih jauh, Eman menyebutkan, bahwa tidak dipungkiri banyak sekali kader dan tokoh masyarakat yang memiliki ikatan emosional dengan NU. Ketika menjadi calon legislatif, dan mencalonkan diri, bukan berarti terjadi perpecahan di NU itu sendiri.

“Silahkan saja jika berkeinginan mencalonkan diri menjadi calon legislatif. Namun dengan ketentuan yang sudah ditetapkan, semua kader NU jangan sampai menjadikan caleg sebagai pemecah NU,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Eman menghimbau kepada kader NU yang ‘nyaleg’ agar tidak merusak citra organisasi. Misalnya, melakukan pelanggaran saat berkampanye, atau melakukan kampanye hitam.

“Kader NU yang nyaleg harus mampu mencerahkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Membuat terobosan dalam sistem pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya

Sementara Ketua Panitia Silaturahmi Akbar, Maulana Sidik, menegaskan, silaturahmi ini digelar untuk memperkuat organisasi NU di tengah suhu politik yang kian meningkat. Acara silaturahmi itu dihadiri kader NU dari berbagai kalangan, mulai dari Caleg, tokoh masyarakat alim ulama dan kader NU di pemerintahan.

“Digelar juga Bahtsul masail terkait masalah pendidikan di Kabupaten Ciamis. Semoga banyaknya kader NU yang menjadi caleg, bisa membawa perubahan yang lebih baik, terutama dalam masalah pendidikan,” pungkasnya. (es/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply