Dianggap Mengganggu, Bangunan Tower di Ciamis Disegel Warga

Dianggap Mengganggu, Bangunan Tower di Ciamis Disegel Warga

Spanduk kecaman yang dipasang warga di bangunan tower, di Desa Cigayam, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kamis (23/01/2014) malam. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dianggap mengganggu kenyamanan, ratusan warga di Desa Cigayam, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyegel sebuah bangunan tower milik perusahaan telekomunikasi seluler, Kamis (23/01/2014) malam.

Usai aksi, warga pun mendirikan tenda di depan bangunan tower. Hal itu untuk mencegah agar pekerja pembangunan proyek tower tidak melanjutkan pekerjaannya.

Warga setempat menilai, sejak berdirinya tower tersebut, frekuensi siaran televisi di rumah mereka menjadi terganggu. Mereka juga merasa terangggu kenyamanannya, karena khawatir menara tower tersebut roboh ke permukiman warga.

Dengan membawa poster berisi kecaman, warga menyegel gerbang masuk tower dan memutuskan kabel aliran listrik. Hal itu dilakukan untuk mencegah pekerja pembangunan proyek tower melanjutkan pekerjaannya.

Warga pun akhirnya mendirikan tenda tepat di depan lokasi tower.  Warga mengancam, apabila besok pekerjaan proyek tower ini kembali dilanjutkan, mereka akan mengusir paksa semua pekerja dan merusak semua fasilitas.

Menurut Tokoh Masyarakat setempat, Ujang, tower telekomunikasi seluler yang baru dibangun pekan lalu ini, belum memiliki izin dari pemerintah setempat. “Disamping itu, pendirian tower ini tidak ada sosialisasi lagi kepada masyarakat sekitar. Kami sebagai warga resah dengan keberadaan tower ini, karena khawatir roboh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cigayam, Kecamatan Banjarsari, Uhin, mengatakan, tower itu merupakan milik perusahan telekomuniasi Indosat dan XL. Ketinggian tower selular tersebut, setinggi 72 meter.

“Dulu saat mau membangun tower ini, katanya sudah ada ijin dari Pemkab Ciamis dan masyarakat setempat. Nah, apabila permasalahannya sekarang belum memiliki ijin, kami tidak tahu menahu, karena tidak ada koordinasi dengan pihak kami. Untuk memastikan apakah sudah ada ijin atau tidak, harus ditanyakan ke pemilik tanah yang dibangun tower seluler tersebut, “ pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles