Gila! di Banjar Ada Prostitusi Berkedok Lowongan Kerja

30/01/2014 0 Comments
Gila! di Banjar Ada Prostitusi Berkedok Lowongan Kerja

Foto: Ilustrasi/Net Istimewa

Banjar, (harapanrakyat.com),-

SF alias Her (31), warga Lemahabang Kabupaten Cirebon, hanya bisa tertunduk malu ketika diperiksa petugas Satreskrim Polsek Banjar, Rabu (29/01/2014). Dia ditangkap petugas ketika akan berangkat menuju Kota Semarang dengan membawa tiga perempuan di bawah umur di kawasan rest area Banjar Atas (BA), sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa (28/01/2014) malam.

Ketiga perempuan di bawah umur ini adalah Ang (16), JG (16), dan RA (15). Mereka bertiga akan dipekerjakan menjadi pramusaji di sebuah tempat karaoke di Kota Semarang Jawa Tengah dengan gaji mencapai 2 juta per bulannya.

Dalam modusnya, pelaku menyebarkan informasi lowongan kerja melalui selebaran brosur dengan iming-iming akan dipekerjakan di sebuah perusahan tertentu. Saat mengelabui korbannya, pelaku menjanjikan akan memberikan gaji besar apabila bersedia bekerja di perusahaan tersebut. Pelaku juga mencari target korban rata-rata perempuan usia anak di bawah umur.

Panit Polsek Banjar, IPDA Nur Rozi, mengatakan, prostitusi berkedok lowongan kerja ini terbongkar setelah salah satu orang tua korban melapor ke Polsek Banjar. “Kasus ini  kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikkan,” ujarnya, kepada HR, Rabu (29/01/2014).

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan ratusan brosur lowongan kerja dan sebuah mobil sedan yang digunakan pelaku untuk membawa para korbannya. Kini petugas sedang mengembangkan kasus prostitusi berkedok lowongan kerja ini. diduga kasus seperti ini memiliki jaringan luas antar provinsi.

Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjar, Hermadi (34), mengatakan, banyaknya kasus prostitusi terhadap anak di bawah umur di Kota Banjar membuatnya prihatin dan miris.

“Banyaknya kejadian seperti ini membuat kita semua prihatin, sementara kasus ini sedang dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.

Hermadi pun menghimbau kepada para orang tua, harus lebih memperhatikan pergaulan anaknya, sehingga si anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang negatif. (Hermanto/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!