Hamili Istri Orang, Perangkat Desa di Pangandaran Dipolisikan

08/01/2014 0 Comments
Hamili Istri Orang, Perangkat Desa di Pangandaran Dipolisikan

Foto: Ilustrasi/Istimewa Net

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 100 warga Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, melaporkan Elan, seorang Perangkat Desa Karangmulya, dengan tuduhan perkara perzinahan, Selasa (07/01/2014). Elan dituding telah melakukan perzinahan dengan istri orang hingga kini mengandung anak dari hasil hubungan gelap tersebut.

Aksi massa ini pun menyusul aduan Elan ke polisi, setelah mendapat penganiayaan dari Furkon (suami wanita yang dihamili Elan). Massa meminta Elan agar mencabut aduannya ke polisi dan menuntut perangkat desa tersebut mundur dari jabatannya.

Dari informasi yang dihimpun HR, hubungan gelap antara Elan dengan Neni ini terungkap setelah suaminya (Furkon) pulang dari luar negeri. Furkon yang saat itu merantau selama 2, 5 tahun di luar negeri dan bekerja sebagai TKI, dikejutkan ketika pulang ke Padaherang, istrinya sudah mengandung anak dengan umur kandungan hampir 9 bulan.

“Kemarin tanggal 1 Januari 2014, Pak Furkon pulang ke Padaherang setelah 2,5 tahun lamanya bekerja di Taiwan sebagai TKI. Ketika pulang, dia terkejut saat melihat istrinya sudah hamil tua,” kata Ijuh (37), yang masih kerabat Furkon, ketika ditemui di Mapolsek Padaherang, Selasa (07/01/2014).

Ketika ditanya kepada istrinya, lanjut Ijuh, kemudian terungkap bahwa Elan-lah lelaki yang menghamili istrinya. Mendengar pengakuan itu, Furkon langsung bergegas pergi dan mencari keberadaan Elan. “ Di sana Pak Furkon emosi, hingga memukul Elan. Kalau menurut kami, Pa Furkon emosi wajar, karena suami mana yang tidak marah ketika tahu istrinya dihamili orang,” ungkapnya.

Menurut Ijuh, aksi massa yang melaporkan Elan ke Polsek Padaherang dengan tuduhan perzinahan merupakan bentuk simpatik terhadap Furkon. Warga pun mengecam prilaku bejat Elan yang tidak mencerminkan sebagai seorang perangkat desa. “Selain Elan diminta mencabut aduannya, warga pun meminta dia untuk mundur dari jabatannya,” imbuhnya.

Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya Elan mencabut aduanya ke polisi. Dia pun mengakui perbuatannya dan bersedia bertanggungjawab serta mengakui bahwa anak yang didalam kandungan istri Furkon adalah darah dagingnya.

“Perkara ini akhirnya diselesaikan dengan jalan musyawarah antara kedua belah pihak yang disaksikan oleh perwakilan warga. Dan juga sepekati beberapa perjanjian,” ujar Kapolsek Padaherang, AKP Jumeli, kepada HR, di Mapolsek Padaherang, (07/01/2014). (Mad/R2/HR-Online)   

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!