Iwan: Ijin Lokasi Pabrik Semen di Padaherang Layak Digugat

05/01/2014 0 Comments
Iwan: Ijin Lokasi Pabrik Semen di Padaherang Layak Digugat

Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Anggota DPRD Ciamis, dari Dapil Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd, meminta Pemkab Pangandaran agar tidak terburu-buru dalam memberikan ijin eksploitasi, apabila setelah tahapan eksplorasi pihak investor semen tertarik melakukan penambangan bahan baku semen di Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

“Pemkab Pangandaran perlu melihat dulu Perda tentang RTRW Kab. Ciamis. Apabila sampai tahun 2014 dalam Perda tersebut disebutkan bahwa wilayah Padaherang bukan daerah pertambangan, ya jangan dipaksakan,” tegasnya.

Iwan juga menilai bahwa surat keputusan BPPT Ciamis yang mengeluarkan ijin eksplorasi dan ijin lokasi pendirian pabrik semen di Kecamatan Padaherang, memang layak untuk digugat.

“Kita jadi ingin bertanya, apa kepentingan Pemkab Ciamis hingga berani mengeluarkan ijin yang bertabrakan dengan Perda RTRW?. Itu memang sudah salah kaprah dan saya mendukung apabila ada masyarakat Padaherang menggugat surat keputusan ijin tersebut, “ tegasnya.

Iwan juga menegaskan, munculnya penolakan dari warga Desa Karangmulya dan Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, terhadap rencana ekploitasi penambangan bahan baku semen dan pendirian pabrik semen, sangat wajar. Karena lokasi penambangan bahan baku semen terdapat di dua desa tersebut.

“Sementara belum lama ini muncul persetujuan dan dukungan terhadap rencana tambang dan pendirian pabrik semen dari perwakilan warga 12 desa di Padaherang. Ya mereka pasti setuju, karena 12 desa itu tidak akan mendapat dampak dari penambangan dan pendirian pabrik semen tersebut,” ujar politisi PDIP ini, kepada HR, pekan lalu.

Menurut Iwan, adanya persetujuan dan dukungan dari perwakilan warga 12 desa tidak bisa dijadikan acuan untuk memaksakan rencana tersebut. Apabila rencana pabrik semen ini nantinya dilanjutkan, tentu harus ada persetujuan dari warga Desa Karangmulya dan Desa Kedungwuluh yang akan menerima dampak secara langsung dari penambangan bahan baku semen tersebut.

“Apabila warga di dua desa tersebut tetap menolak, kami minta pendirian pabrik semen itu jangan dipaksakan. Kami juga meminta Pemkab Pangandaran jangan gegabah memberikan izin eksploitsasi apabila setelah tahap eksplorasi pihak investor tertarik melakukan penambangan dan mendirikan pabrik semen di Padaherang, “ tegasnya.

Menurut Iwan, penolakan dari warga dua desa terhadap rencana penambangan dan pendirian pabrik semen pun sangat beralasan. “Warga di sana khawatir apabila di daerahnya terdapat penambangan bahan baku semen akan mengancam dan mencemari areal pertanian milik mereka. Karena warga di sana mayoritas petani dan sangat menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian,” terangnya. (Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply