Jelang Imlek, Umat Konghucu di Ciamis Cari Gurame dan Bandeng

30/01/2014 0 Comments
Jelang Imlek, Umat Konghucu di Ciamis Cari Gurame dan Bandeng

Umat Konghucu di Ciamis tengah mempersiapkan acara perayaan imlek, di Makin Ciamis, Senin (27/01/2014). Foto: Dicky Heryanto Adjid/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menjelang perayaan imlek 2565 tahun 2014, yang jatuh pada Hari Jum`at tanggal 31 Januari 2014, umat Konghucu di Kabupaten Ciamis banyak mencari ikan gurame dan ikan bandeng sebagai makanan sajian perayaan Imlek.

Sajian makanan berupa nasi, air teh, lauk pauk, buah, kue dan manisan disajikan pada saat upacara sembahyang di sore hari menjelang Imlek. Tiga jenis daging (samseng-red), yakni ayam, ikan bandeng dan daging babi menjadi sajian utama. Ditambah buah pisang dan jeruk serta buah lainnya. Tak ketinggalan kue wajik, kue kura kue mangkok, kue moho serta kue lainnya.

Makanan utama dari daging, buah dan kue tersebut, tentu bagi umat Konghucu mempunyai makna tersendiri. Makna dari ayam, agar umat Konghucu rajin bekerja, rajin berusaha mencari nafkah, tak bedanya seperti ayam dimana sebelum matahari terbit, sudah turun dari kandang mencari makan.

Kemudian, makna ikan bandeng/ kakap, supaya umat Konghucu bisa berhemat menyisihkan sebagian harta hasil pendapatannya. Karena makan ikan menyisakan duri. Adapun tradisi makan daging babi supaya umat Konghucu rajin menabung.

“Untuk makanan ikan, kami di Ciamis biasanya menyajikan gurame,” ungkap Yuki, seorang umat Konghucu, yang tinggal di Jalan RE. Martadinata Ciamis, kepada HR, Senin (27/1/2014).

Yuki menuturkan, dengan filosofi Samseng ini, supaya umat Konghucu rajin bekerja, hemat dan suka menabung. Yuki tidak membantah di daerah lain, ikan bandeng dan kakap jadi konsumsi di saat perayaan Imlek. “Menyesuaikan saja dengan daerah sekitar,” akunya.

Senada dengan Yuki, umat Konghucu Ciamis lainnya yakni Yuyu Wahyu, mengatakan, ia kerap mengkonsumsi ikan gurame di saat perayaan Imlek. “Biasanya kami juga sajikan ikan gurame, saat Imlek,” tandasnya.

Begitupun dengan Alan, yang kerap menyajikan ikan gurame saat perayaan Imlek. Alan mengungkapkan, bahwa ikan mempunyai prinsip ketenangan. Untuk menu utama ikan, meskipun jenisnya berbeda juga tidak masalah. Namun umumnya bandeng, bawal dan kakap. Tapi di Ciamis ikan gurame.

Hal berbeda diutarakan Ketua MAKIN Ciamis, Anton. Dia bilang, bahwa dalam perayaan Imlek, dirinya dan keluarga kerap menyajikan ikan bandeng. Karena biasanya ikan bandeng. Akan tetapi kalau ada yang menyajikan ikan gurame, kakap atau bawal, itu terserah masing-masing.

“Yang jelas sajian ikan jadi menu utama,” ungkap Anton.

Anton menjelaskan, saat ini di Ciamis terdapat 185 Kepala Keluarga (KK) yang terhimpun dalam organisasi MAKIN. Pihaknya tidak ada rencana untuk melakukan pawai Barongsai pada perayaan Imlek tahun ini.

Dari informasi yang didapat HR, upacara sembahyang di sore hari menjelang malam tahun baru Imlek, dipimpin oleh Kepala Keluarga, diawali dengan menghadap keluar rumah sebagai simbol menghadap Tuhan. Dilanjutkan mengahadap altar sebagai simbol penghormatan para leluhur. Diakhiri dengan membakar uang-uangan kertas (Gin Coa-red), sebagai simbol pengiriman uang pada leluhur.

Dilanjutkan dengan makan bersama dari sesaji yang ada. Namun ada juga yang memilih makan di restauran sambil mendengarkan sajian musik seperti liong atau atraksi barongsai. Selain menu utama ayam, ikan dan babi. Umat Konghucu menyajikan buah pisang yang bermakna rejeki setiap waktu dan buah jeruk yang melambangkan rejeki bisa dimakan anak cucu. Sementara

Kue Kura melambangkan panjang umur. Kue mangkok yang merekah melambangkan rejeki yang berkembang, dan kue wajik yang lengket melambangkan hubungan yang erat. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!