Perparkiran di Kawasan Pasar Banjar Akan Ditertibkan

16/01/2014 0 Comments
Perparkiran di Kawasan Pasar Banjar Akan Ditertibkan

Deretan sepeda motor yang terparkir di kawasan Pasar Banjar menjadi penyebab kemacetan arus lalu-lintas, lantaran kendaraan tersebut diparkir bukan pada tempatnya. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah melakukan penertiban parkir di kawasan Alun-alun Banjar dan Jl. Letjen. Soewarto (Letsoe), UPTD Parkir Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominpar) Kota Banjar, berencana akan menertibkan perparkiran di kawasan Pasar Banjar.

Kepala UPTD Parkir Dishubkominpar Kota Banjar, Cecep Koesnadi, mengatakan, untuk waktu pelaksanaannya, kini pihaknya pun masih menunggu instruksi lebih lanjut.

Namun menurut Cecep, untuk menertibkan perparkiran di kawasan Pasar Banjar, pihaknya harus menyediakan lahan parkir sesuai kebutuhan, dan hal itu merupakan salah satu kendala yang dihadapi.

Berdasarkan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Dirjen Perhubungan Darat, No.272/HK.105/DRJD/96 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, bahwa kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) di kawasan pasar harus disesuaikan berdasarkan luas pasar itu sendiri.

“Kalau luas pasar misalnya 1000 meter persegi, maka kebutuhan SRP-nya sekitar 2.300 SRP. Teori tersebut berdasarkan hasil studi Dirjen Perhubungan Darat,” kata Cecep, kepada HR, Senin (12/01).

Sementara luas Pasar Banjar sendiri pihaknya belum tahu secara pasti, sehingga berapa SRP yang dibutuhkan pun belum bisa diketahui. Sedangkan yang menjadi kendala ke dua yakni, masih lemahnya kesadaran masyarakat untuk mentaati rambu larangan parkir.

Padahal, lanjut Cecep, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan dalam upaya menciptakan ketertiban, keamanan dan keindahan kota. Karena, tanpa adanya dukungan dari masyarakat, maka penertiban yang dilakukan pemerintah akan sia-sia.

“Sudah berulangkali menegaskan kepada petugas parkir, jangan mengijinkan masyarakat memarkir kendaraan bukan pada tempatnya,” kata Cecep.

Di lain pihak, Yaya Mustofa, salah seorang warga yang mengaku tinggal di Jl. Husein Kartasasmita, mengatakan, dirinya sangat mendukung dengan adanya rencana penertiban parkir kendaraan di kawasan Pasar Banjar, khususnya parkir sepeda motor.

Pasalnya, selama ini ruas jalan di kawasan pasar menjadi sempit akibat kendaraan diparkir di bahu kiri dan kanan jalan. Sehingga, arus lalu-lintas di kawasan tersebut sering terganggu.

“Rencana itu sudah tepat, dan kalau bisa harus segera dilakukan. Kalau dibiarkan berlarut-larut, kesemrawutan lalu-lintas di kawasan pasar semakin parah. Kemacetan kerap terjadi di kawasan tersebut akibat sepeda motor yang diparkir bukan pada tempatnya. Belum lagi mobil barang yang bongkar muat, jadi makin semrawut dan macet jalan,” tutur Yaya.

Hal serupa diungkapkan Nandang, warga Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar. Dia menyebutkan, jika penertiban parkir sudah dilakukan tetapi ternyata tidak ada perubahan, maka sebaiknya pemerintah mencabut rambu larangan parkir yang selama ini telah terpasang.

Bukan hanya rambu larangan parkir yang terpasang di kawasan pasar saja, namun juga di kawasan Alun-alun Banjar maupun di Jalan Letjen. Soewarto. “Kalau pada kenyataannya tetap dilanggar. Seperti contohnya parkir di kawasan Alun-alun Banjar, saya lihat sekarang kembali lagi seperti semula. Tapi saya pribadi sangat mengapresiasi terhadap upaya yang dilakukan pemerintah itu,” kata Asep. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply