Peternak Ciamis Merugi, Ayam Dijual Murah ke Tengkulak

21/01/2014 0 Comments
Peternak Ciamis Merugi, Ayam Dijual Murah ke Tengkulak

Ketua (Himpuli), Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, saat melakukan pemantaun ke salah satu peternak di Lingkungan Karang, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis,  Senin (20/01/2014). Foto: Heri Herdianto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul terganggunya alur pendistribusian ayam dari Kabupaten Ciamis ke wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi), akibat akses transportasi terhambat oleh bencana banjir, ternyata dimanfaatkan oleh tengkulak atau pengepul untuk meraup keuntungan berlipat.

Dari informasi yang dihimpun HR, sejumlah tengkulak saat ini membeli ayam langsung ke peternak dengan harga yang relatif murah, yakni sekitar Rp 10 rebu per ekornya. Peternak terpaksa menjual ayam dengan harga murah, karena hasil ternaknya tidak dapat dijual ke wilayah Jabotabek akibat terjadi banjir.

Jika ayam ternaknya disimpan di kandang menunggu kondisi normal, dikhawatirkan banyak ayam yang mati dan juga akan mengganggu perputaran uang usahanya. Padahal, di saat harga normal, harga jual ayam di peternak mencapai Rp 15.000 per ekor. Bahkan, beberapa minggu ke belakang, sempat mencapai Rp 16.000 per ekor.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, mengatakan, dengan kondisi tersebut, membuat sejumlah peternak ayam merugi menyusul merosotnya harga jual ayam. Menurutnya, tidak sedikit peternak yang menjerit karena pendapatan dari penjualan ayam tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

“Kita meminta ada intervensi dari Pemkab Ciamis untuk mengatasi keresahan peternak tersebut. Salah satunya dengan optimalisasi pasar hewan terpadu yang beberapa waktu lalu telah diresmikan Bupati Ciamis, Engkon Komara,” ujarnya, kepada HR, Senin (20/01/2014).

Menurutnya, dengan banyaknya ayam gagal dikirim ke Jabotabek, saat ini terjadi penumpukan ayam di kandang. Akibatnya, banyak tengkulak yang memanfaatkan kondisi tersebut. “Peternak terpaksa menjual dengan harga murah, karena terjadi penumpukan ayam di kandang akibat tidak bisa mengirim ke wilayah Jabotabek,” katanya.

Pihaknya, lanjut Nur Mutaqin, mendorong Pemkab Ciamis untuk melakukan campur tangan untuk menstabilkan harga jual. Dengan demikian, peternak pun tidak menanggung kerugian yang signifikan.

“Himpuli langsung mengecek ke peternak. Sebagian besar peternak mengeluh dengan penurunan harga, apalagi sampai dimanfaatkan tengkulak. Kalau Pemkab bisa mengoptimalkan fungsi pasar hewan, mungkin harga pun tidak akan terjun bebas seperti ini,” tegasnya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply