Polemik Pabrik Semen di Padaherang Timbulkan Aksi Penganiayaan

06/01/2014 0 Comments
Polemik Pabrik Semen di Padaherang Timbulkan Aksi Penganiayaan

Sejumlah massa dari Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, saat menggelar aksi unjuk rasa, Jum’at (03/01/2014). Usai aksi ini terjadi pemukulan terhadap pendemo dari massa yang pro terhadap pabrik semen. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Polemik rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, ternyata menimbulkan konflik horizontal di masyarakat setempat. Saat massa yang kontra usai melakukan pemasangan spanduk berisi penolakan, dikabarkan terjadi penyerangan dari massa yang pro terhadap pendirian pabrik semen.

Saat itu salah seorang masyarakat berinisial Dik alias Uyo, yang pro terhadap rencana pabrik semen diduga memukul massa yang kontra. Yo diketahui memukul Iin Hindiana, warga Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padeherang. Iin adalah kelompok massa yang kontra terhadap rencana pendirian pabrik semen.

Dari informasi yang dihimpun HR di lapangan, saat itu Iin (korban) bersama sejumlah rekannya yang menolak rencana pabrik semen menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan. Namun, aksi itu tidak berlangsung lama, menyusul tokoh masyarakat setempat membubarkan pendemo, karena aksi itu mengganggu para pengguna jalan.

Massa pun membubarkan diri, dan mengalihkan aktivitas dengan melakukan pemasangan spanduk.
Namun, usai memasang spanduk, sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Sabtu (04/01/2014), Iin yang baru saja selesai memasang spanduk, secara tiba tiba dipukul oleh Dik. Pemukulan itu terjadi di sebuah warung di depan SPBU Padaherang, ketika Iin tengah membeli rokok.

Kapolsek Padaherang, AKP Jumeli, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, setelah terjadi peristiwa pemukulan, sebanyak 7 orang warga Desa Kedungwuluh melaporkan kejadian itu ke Polsek Padaherang.

“Saat itu juga kita langsung memproses aduan warga tersebut. Dan hasilnya, si pelaku kita tangkap di rumahnya, di Dusun Sindangherang, Desa Padaherang, sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu malam,” ujar Kapolsek.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, lanjut Kapolsek, pelaku langsung diamankan ke Polres Ciamis untuk selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku. “Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2,8 bulan penjara,” tegas Kapolsek.

Kapolsek menegaskan, penanganan perkara tersebut kini dilimpahkan ke Polres Ciamis, termasuk dalam pemeriksaan saksi- saksi. ” Untuk menjaga kondusifitas di Padaherang, maka kasus ini kita limpahkan ke Polres Ciamis,” ungkapnya.

Sementara itu, Iin Hendiana, korban penganiayaan, mengaku  dipukuli sebanyak dua kali di bagian mukanya oleh Dik. Setelah mendapat kekerasan, dia langsung bergegas ke Puskesmas Padaherang untuk dilakukan visum. “Saya dipukul oleh Dik, karena dituding sebagai provokator pemasangan spanduk penolakan pabrik semen,” katanya. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply