Ruang Tunggu Bandara Nusawiru Pangandaran Ambruk

Ruang Tunggu Bandara Nusawiru Pangandaran Ambruk

Bangunan ruang tunggu yang dibangun pada tahun 2005 ini ambruk akibat atap bajaringan yang tidak kuat menahan beban berat genteng. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bangunan ruang tunggu penumpang berukuran 8 meter x 25 meter di Bandara Udara Nusawiru, di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (08/01/2014), ambruk. Ambruknya bangunan yang dibangun pada tahun 2005 itu diduga akibat buruknya kualitas atap bajaringan yang tidak kuat menahan beban berat genteng.

Koordinator Bandar Udara Nusawiru dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hendra Gunawan membenarkan hal itu. Dia mengatakan, ruangan yang ambruk tersebut memang sudah lama tidak digunakan, sehingga sebelumnya pun tampak tidak terawat.

“Bangunan yang ambruk itu kosong, jarang digunakan. Jadi, tidak menimbulkan korban,” ujarnya, saat ditemui di Bandara Udara Nusawiru, Kamis (09/01/2014).

Saat kejadian, kata Hendra, dirinya tengah berada di rumahnya yang kebetulan dekat dengan bandara Nusawiru.”Ketika terdengar ada suara yang sangat keras dari arah bandara, saya langsung menuju lokasi, ternyata suara tersebut timbul dari ambruknya bangunan tersebut,” terangnya.

Hendra menambahkan, setelah adanya kejadian tersebut, dirinya langsung melapor ke pihak kepolisian setempat dan Pemerintah Kecamatan Cijulang. “Saya langsung melapor ke Kapolsek dan Camat Cijulang tentang kejadian ini,” imbuhnya,

Menurut Hendra, sebab ambruknya bangunan tersebut dikarenakan kontruksi yang terbuat dari bajaringan tidak bisa menahan beban atap genteng yang terbuat dari beton. “Sebenarnya saya sudah mengajukan proposal anggaran untuk penggantian genteng dengan genteng jenis bajaringan ke Pemerintah Provinsi, namun masih dalam proses,” ujarnya.

Camat Cijulang, Drs H Sunendar Surya, M.Si, mengatakan, setelah mendapat laporan dari pihak bandara, pihaknya langsung menuju lokasi bersama Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, untuk melihat keadaan ambruknya bangunan tersebut.

“Kebetulan sekali saya sedang bersama Pj Bupati, kemudian langsung bersama-sama meninjau ke lokasi,” ujarnya, Kamis (09/01/2014).

Ditempat terpisah, Kapolsek Cijulang, AKP Kusnindar Idris, mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab ambruknya bangunan tersebut. “ Hasilnya pun sudah dilaporkan ke Polda Jabar,” ujarnya, Kamis (09/01/2014).

Menurut Kapolsek, ambruknya bangunan tersebut disebabkan dari berat beban kontruksi yang tidak sesuai dengan berat atap genteng dan akhirnya ambruk. “ Puing-puing bangunan yang ambruk tersebut hingga saat ini belum dibersihkan, karena pihak bandara masih menunggu pihak peninjauan dari Pemprov Jabar,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles