Supratman,” Kang Agun Sudah Layak jadi Menteri”

16/01/2014 0 Comments
Supratman,” Kang Agun Sudah Layak jadi Menteri”

Ketua Komisi II DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip, M.Si, bersama Penjabat Bupati Pangandaran, saat acara launcing buku yang berjudul, “Agun Gunandjar Sudarsa Bidan Pemekaran Kota Banjar dan Kab. Pangandaran”, di Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, Sabtu (11/01/2014) pekan lalu. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, H. Supratman, menegaskan, kontribusi Ketua Komisi II DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip, M.Si, sangat begitu besar dalam menghantarkan wilayah Pangandaran menjadi daerah otonom baru. Dia pun memuji terhadap sosok Kang Agun—sapaan akrab Agun Gunandjar Sudarsa—yang memiliki kepedulian terhadap daerah pemilihaannya, yakni Ciamis, Banjar dan Kuningan.

“Terus terang saja, saat proses perjuangan pemekaran Pangandaran, saya sering berbeda paham dengan Pak Agun. Tetapi, setelah Pangandaran dimekarkan, saya baru sadar bahwa saran dan ide Pak Agun yang dulu saya tentang ternyata itu yang benar,” ujarnya sembari berseloroh, saat memberikan sambutan dalam acara launcing buku yang berjudul “ Agun Gunandjar Sudarsa Bidan Pemekaran Kota Banjar dan Kab. Pangandaran”, di Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, Sabtu (11/01/2014) pekan lalu.

“Mungkin, karena level Pak Agun sudah tokoh nasional, tidak kepikiran idenya oleh saya yang baru sabatas tokoh lokal, “ tambah Supratman kembali berseloroh.

Menurut Supratman, Kang Agun yang sudah 4 periode menjabat Anggota DPR RI, tampaknya sudah layak apabila di periode pemerintahan mendatang masuk dalam susunan kabinet menteri. Karena, kepiawaian Kang Agun di bidang politik dan pemerintahan serta ditambah pengalamannya di DPR, sudah cukup untuk menjadi modal apabila diberi amanah menduduki jabatan menteri.

“Saya punya filing, kalau Partai Golkar di pemerintahan mendatang berada di koalisi pemerintahan, Pak Agun pasti terpilih untuk menduduki jabatan menteri. Semoga saja harapan dan filing saya itu menjadi kenyataan, agar ada putra daerah dari daerah sini yang berbicara di tingkat nasional, “ ungkapnya.

Hal yang sama pun dikatakan Tokoh Masyarakat Pangandaran yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Ciamis, Jeje Wiradinata. Menurut dia, peranan Kang Agun dalam menghantarkan terbentuknya Kabupaten Pangandaran, sangat begitu besar. Kata dia, maka suatu keharusan bagi simpatisan, kader dan pengurus Partai Golkar di Kabupaten Pangandaran untuk mendukung kembali Kang Agun di Pemilu 2014 mendatang.

“Meski berbeda parpol, saya sudah 15 tahun berteman dengan Kang Agun. Jadi, saya tahu betul bagaimana kiprah Kang Agun dalam memperjuangkan asprasi rakyat di daerah pemilihannya,” ujar Jeje, pada kesempatan yang sama.

Jeje, dalam pembahasan buku, “Agun Gunandjar Sudarsa Bidan Pemekaran Kota Banjar dan Kab. Pangandaran”, masuk sebagai salah satu narasumber. Dalam buku tersebut, Jeje mengisahkan, saat proses perjuangan pemekaran Pangandaran atau sekitar 3 tahun yang lalu, dirinya pernah bertemu dengan Ketua Panja Pemekaran Komisi II DPR RI, Ganjar Pramono, untuk menanyakan nasib pemekaran Kabupaten Pangandaran. Kebetulan Ganjar Pramono satu parpol dengan Jeje, yakni dari PDIP.

Dalam percakapan yang tidak berlangsung lama itu, kata Jeje, Ganjar mengatakan bahwa posisi Pangandaran relatif aman apabila pemerintah dan DPR RI bersepakat mengesahkan pemekaran 19 daerah yang sudah diusulkan DPR RI melalui hak inisiatifnya.

“Mas Ganjar Pramono bilang ke saya, alasan posisi Pangandaran aman apabila pemerintahan menyetujui pemekaran, karena Kang Agun sebagai Ketua Komisi II DPR RI mati-matian memperjuangkan Pangandaran agar bisa masuk dalam daftar daerah yang akan dimekarkan, “ kata Jeje seperti yang ditulis dalam buku tersebut.

Mendengar pernyataan itu, Jeje mengaku lega. Dia pun mengakui bahwa peranan Kang Agun dalam proses perjuangan pemekaran, sebagai penentu hingga akhirnya lahir Kabupaten Pangandaran.

Sementara itu, Kang Agun dalam sambutannya, mengatakan, buku “Agun Gunandjar Sudarsa Bidan Pemekaran Kota Banjar dan Kab. Pangandaran”, bukan sebuah buku sejarah Pemekaran Kabupaten Pangandaran yang dibahas secara komperhensif atau berdasarkan kajian secara ilmiah. Tetapi buku tersebut hanya sebatas membahas sepakterjang dirinya dalam menghantarkan atau membidani terbentuknya Kabupaten Pangandaaran di DPR RI.

“Selain itu, saya pun tidak mengaku sebagai penggagas atau menjadi orang satu-satunya yang menghantarkan terbentuknya Kabupaten Pangandaran. Tetapi, saya sebagai wakil rakyat yang salah satunya dipilih masyarakat Pangandaran, memiliki kewajiban dalam membantu dan membidani lahirnya Kabupaten Pangandaran melalui proses konstitusi di DPR RI, “ tegasnya. (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply