Tembok Penahan Tebing di Lumbung Ciamis Ambrol

Tembok Penahan Tebing di Lumbung Ciamis Ambrol

Tembok penahan tebing di lintas Desa Cikupa ambruk, gara-garanya diguyur hujan dan dihantam luapan air selokan. Photo : Edji Darsono/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tembok penahan tebing sepanjang 30 meter, di jalan lintas Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk. Penyebabnya, lantaran tembok tersebut tidak mampu menahan guyuran air hujan.

Aep (33), warga Dusun Cikupa, RT 03 RW 03, Desa Cikupa, Sabtu (11/14 ), mengatakan, ambruknya tembok penahan tebing disebabkan saluran gorong-gorong mampet, sehingga air membanjiri ruas jalan dan menghantam bagian tembok penahan tebing.

“Padahal bila dilihat dari sisi kontruksi, tembok penahan tebing dibuat miring, sehingga cukup kuat menahan beban. Akan tetapi kekuatan alam lebih besar, sehingga air masuk kedalam pori-pori tanah dan mendesak tembok,” katanya.

Hal serupa dilontarkan Abah, warga setempat. Dia mengatakan, runtuhnya tembok penahan tebing  terjadi  ketika turun hujan lebat pada sore hari. Saat itu hujan berlangsung hampir 4 jam.

Pada waktu itu ketinggian air mencapai  hampir 40 cm. Reruntuhan tembok tebing masih dibiarkan begitu saja. Abah khawatir apabila tidak segera ditanggulangi, reruntuhan tembok akan menimbun lahan kebun milik warga.

Kaur Ekbang Desa Cikupa, Dodi, mengatakan, bersamaan dengan ambruknya tembok penahan tebing, longor juga terjadi di beberapa lokasi. Ada 12 titik tanah yang mengalami longsor.

Terkait tembok penahan tebing, Dodi membenarkan, tembok sepanjang 30 meter dengan ketinggian 20 meter itu tidak mampu menahan guyuran air hujan dan luapan air dari selokan.

Apalagi drainase yang adai di sebelahnya sudah tidak berfungsi karena tertimbun tanah.  Dodi berharap, Pemerintah Kabupaten Ciamis , melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), memberikan bantuan untuk anggaran perbaikan tembok penahan tebing baru.

“Sebab, apabila turun hujan lebat dikhawatirkan muncul longsor susulan yang dapat mempersempit akses jalur alternatif itu. Apalagi di lokasi tersebut merupakan sisi tebing yang curam,” pungkasnya. (dji/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles