Tolak Pabrik Semen, Warga 2 Desa di Padaherang Gelar Istighosah

23/01/2014 0 Comments
Tolak Pabrik Semen, Warga 2 Desa di Padaherang Gelar Istighosah

Sejumlah warga Desa Kedungwuluh dan Karangmulya, Padaherang, saat mengikuti acara doa bersama (istighosah) di mesjid jamie Al Furqon. Photo : Madlani/ HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Warga dua desa, yakni  Desa Kedungwuluh dan Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar acara doa bersama (istighosah), di Mesjid Jamie Al Furqon, Minggu (19/01/2014).

Acara doa bersama itu sengaja dilakukan warga, menyusul dikeluarkannya surat dari Bupati Pangandaran, tertanggal 15 januari 2014, No : 503/03-Umum/2014. Di dalam surat itu diterangkan, bahwa lokasi untuk pembangunan pabrik semen berada di Desa Karangsari.

Selain warga Desa Kedungwuluh dan karangmulya, sejumlah perwakilan warga dari Desa Karangpawitan, Cibogo, Padaherang dan Pasirgeulis, juga turut serta dalam acara doa bersama tersebut.

Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) desa Kedungwuluh, Darsa Kurniadi (43), mengatakan, doa bersama itu sengaja dilakukan warga sebagai bentuk tolak bala, meminta keselamatan dan keamanan bagi warga yang ada di sejumlah desa di Padaherang.

“Kami juga memminta kejelasan dari pemerintah, bahwa desa kami tidak termasuk dari lokasi pengambilan bahan baku semen. Karena ini mutlak keinginan masyarakat Desa Kedungwuluh,” kata Darsa.

Sekretaris Desa Kedungwuluh, Setiawan Mulyana (Asep), membenarkan, kegiatan doa bersama yang digelar warga tersebut, merupakan salah satu bentuk penolakan, terkait pembangunan pabrik semen dan pengambilan bahan baku semen dari Desa Kedungwuluh dan Karangmulya.

Asep menilai, 70 persen warga Desa Kedungwuluh bergantung dari hasil menggarap lahan. Dan Desa Kedungwuluh merupakan lahan produktif. “Kami lakukan ini sebagai bentuk penolakan. Alasan kami sangat mendasar, karena lahan yang kami tempati merupakan lahan yang produktif,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Asep menyatakan, akan terus berjuang agar Desa Kedungwuluh tidak tercantum sebagai daerah yang akan diambil bahan baku semennya. “Kami akan memperjuangkan hal itu, sampai kita memperoleh keterangan ‘hitam di atas putih nya,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!