175 Hektar Sawah di Lakbok Ciamis Terancam Puso

08/02/2014 0 Comments
175 Hektar Sawah di Lakbok Ciamis Terancam Puso

Areal Sawah di wilayah Kecamatan Lakbok kembali dilanda Banjir. Photo : Andri/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Areal pesawahan di wilayah Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kembali terendam banjir. Sedikitnya 175 hektar sawah di Desa Puloerang, Sukanegara, Kertajaya, Kalapa Sawit, Tambakreja dan Sindangangin menjadi korbannya. Banjir yang melanda area sawah tersebut disebabkan lantaran pedangkalan apur Puloerang -Manganti, dan Apur Cilisung.

Kepala BP3K Kecamatan Lakbok, Andun Abdulah SP, Kamis (30 /1/2014), di tempat kerjanya, mengatakan, hampir di setiap musim hujan area pesawahan di wilayah Lakbok selalu terendam banjir. Dia prihatin, petani kerap mengalami kerugian dan musim tanam kali pun terancam puso (gagal panen).

Menurut Andun, sejumlah apur yang ada di wilayah Kecamatan Lakbok sudah saatnya dikeruk. Pendangkalan apur yang terjadi sekarang ini, menjadi penyebab utama terjadinya banjir disana. Selain itu, sarana untuk buka tutup air apur juga mengalami kerusakan.

Andun berharap, Pemkab Ciamis membantu mengalokasikan anggaran untuk pengerukan apur dan perbaikan sejumlah sarana. Termasuk juga menyediakan alokasi anggaran rutin untuk pemeliharaannya.

Andun menyebutkan, sekarang ini tanaman padi milik petani yang baru berusia 10 sampai 15 hari terendam banjir. Kemungkinan besar, pertumbuhan tanaman padi yang terendam banjir itu tidak akan maksimal.

Sutari, petani Lakbok, di kediamannya, mengakui tanaman padi miliknya yang masih baru berusia muda itu terendam banjir. Menurut dia, banjir kali ini terbilang paling parah dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya.

“Kami berharap, adanya pengerukkan di setiap apur dan perbaikan di setiap klep sipoon apa lagi sekarang ini musim hujan sudah mulai turun, jangan sampai para petani merugi gara-gara sawahnya kebanjiran,” ungkap Sutri.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ciamis, Ir .Kustiny, Senin (4/2/2014), belum bersedia memberikan keterangan melaui telepon selulernya. Melalui pesan singkatnya, dia siap memberikan keterangan bila sudah berada di kantor. “Punten abdi nuju di luar. Ke pami tos di kantor dongengna panjang,” ucapnya. (Andri/DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!