Asep: Warga Padaherang Harusnya Ajukan Keberatan ke Pj. Bupati

09/02/2014 0 Comments
Asep: Warga Padaherang Harusnya Ajukan Keberatan ke Pj. Bupati

Ketua DPRD Ciamis, H. Asep Roni

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketua DPRD Ciamis, H. Asep Roni, menegaskan, meski di Kabupaten Pangandaran masih menggunakan produk hukum Perda Kabupaten Ciamis, namun alangkah baiknya masyarakat Padaherang mengajukan keberatan terkait pendirian pabrik semen kepada Pj. Bupati Pangandaran, bukan ke DPRD Ciamis.

“Karena, kami di DPRD Ciamis pun akan melakukan revisi terhadap beberapa Perda yang masih mengatur wilayah Pangandaran. Kita akan menyeplit Perda tersebut agar hanya mengatur 26 kecamatan, tanpa memasukan lagi wilayah Pangandaran, “ terangnya, kepada HR, Selasa (04/02/2014).

Menurut Asep, masyarakat Pangandaran harusnya mendesak Pj. Bupati Pangandaran agar menghentikan sementara proses pendirian pabrik semen, sembari menunggu terbentuknya DPRD Pangandaran. “Nanti masyarakat Padaherang bisa ikut mengawal dalam perumusan Perda RTRW Kab. Pangandaran yang akan dilakukan oleh DPRD Pangandaran, “ ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Faunder Mesti Indonesia (LSM Lingkungan) dan Kamapadan (Keluarga Mahasiswa Pangandaran), pada bulan Februari ini berencana akan mendatangi DPRD Kabupaten Ciamis. Mereka akan mendesak DPRD untuk melakukan revisi terhadap Perda nomor 15 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Ciamis. Pasalnya, Perda tersebut dianggap tidak selaras dengan RPJMD Jawa Barat dan program geopark nasional.

Ketua Faunder Mesti Indonesia, Dian Kuswanto, mengatakan, keluarnya ijin lokasi pendirian pabrik semen di Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, karena berpijak kepada Perda tersebut. Dalam Perda itu menjelaskan bahwa di kawasan Kecamatan Padaherang memiliki potensi tambang. Dan dijelaskan pula dalam Perda tersebut sejumlah potensi tambang di wilayah Padaherang secara detail.

“Gara-gara Perda tersebut, akhirnya keluar ijin lokasi untuk pendirian pabrik semen di Kecamatan Padaherang. Padahal, dalam RPJMD 2013-2018 Jawa Barat disebutkan bahwa di zona 3 Parahyangan (Tasikmalaya-Pangandaran) sudah diprogramkan sebagai kawasan geopark (taman bumi). Hal itu pun dipertegas dalam detail geopark nasional,” tegasnya. (Mad/Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!