Atasi Krisis, ‘Replanting’ Kelapa di Ciamis Diprogramkan

10/02/2014 0 Comments
Atasi Krisis, ‘Replanting’ Kelapa di Ciamis Diprogramkan

Foto: Ilustrasi/Net Istimewa

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat saat ini sudah mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan kelapa. Pasalnya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) akan melakukan penanaman kembali (replanting) kelapa di tahun 2014.

Bahkan Dishutbun juga akan melakukan intensifikasi budidaya kelapa dengan bantuan pemupukan. Tak hanya itu, langkah seribu untuk menyelamatkan kelangkaan buah kelapa juga akan diatasi dengan pembentukan Asosiasi Petani Kelapa Ciamis.

Kadishutbun Ciamis, Ir. Nana Supriatna, Senin (3/2/2014), menuturkan, saat ini, Dishutbun tengah menyiapkan pemetaan lapangan (Eksisting) perkebunan rakyat di tiap kecamatan. Hasil pemetaan tersebut akan digunakan untuk membentuk Roadmap, yakni Renstra Lima Tahunan Budidaya tanaman perkebunan.

Guna merealisasikan hal itu, pada Hari Senin (3/2/2014) Dishutubun Ciamis mengumpulkan seluruh penyuluh kehutanan, untuk melakukan pemetaan eksisting. Tahun 2013 lalu, melalui program Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat, Dishutbun menyebar 100 ribu bibit pohon kelapa di atas lahan 10 hektar.

Daerah sebarannya meliputi sepuluh kecamatan, Sidamulih, Purwadadi, Mangunjaya, Banjarsari, Cimaragas, Lumbung, Cipaku, Cikoneng dan Panumbangan. Tahun 2014 ini, karena Ciamis tidak memiliki kawasan khusus penamaman kelapa, Dishutbun akan kembali melakukan penanaman di sejumlah wilayah.

Nana optimis, bila penanaman kelapa ditindaklanjuti dengan pemupukan secara benar oleh petani, maka pohon kelapa itu akan berbuah banyak. Selai itu, pasokan air untuk penyiraman tanaman juga tersedia. Metode penanaman ini banyak dilakukan di Negara Thailand.

Dari data yang tercatat di Dishutbun Ciamis, saat ini luasan areal tanaman kelapa mencapai 68.014,21 hektar. Dari jumlah tersebut, 48.509,72 hektar diantaranya masih dikategorikan menghasilkan. Dan 4.646,70 hektar dikategorikan tidak menghasilkan.

Namun demikian, Dishutbun mengaku kesulitan dalam mendata jumlah pohin kelapa yang ditebang dalam setiap tahunnya. Biasanya, pemilik atau petani kelapa cenderung menebang pohon kelapa ketika pohon itu tidak menghasilkan.

Kondisi ini, kata Staf Bidang Bina Usaha Perkebunan dan Kehutanan Dishutbun Ciamis, Rusmana, memicu pengalihan penanaman buah kelapa menjadi penanaman pohon Albasiah yang dirasakan petani jauh lebih menguntungkan.

Ditemui pekan lalu, pengepul dan penjual kelapa Ciamis, Erick Fitriana, menandaskan, penanaman kelapa kembali (replanting) dan tata niaga kelapa harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. “Kalau budidaya sudah dilakukan, tinggal tataniaganya,” ujarnya.

Erick menggambarkan, informasi harga buah kelapa tua Ciamis tidak sampai kepada para petani. Akibatnya, gairah untuk menanam kembali buah kelapa di tingkat petani menjadi berkurang.

Padahal buah kelapa Ciamis sangat dinantikan oleh pasaran Jabodetabek dan Jawa timur. Ia menandaskan, keunggulan buah kelapa tua Ciamis mempunyai daging yang tebal, santan yang kental dan tahan lama dibanding kelapa dari daerah lain.

Namun sayang hingga saat ini, pentingnya Tataniaga di bidang kelapa di Ciamis belum mendapat renspon dari Pemkab Ciamis. Beberapa kali HR menghubungi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ciamis belum ada jawaban terkait Tata Niaga  komoditas kelapa di Kabupaten Ciamis ini. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply