BKSDA Pangandaran Data Burung Tangkapan Warga

21/02/2014 0 Comments
BKSDA Pangandaran Data Burung Tangkapan Warga

Petugas BKSDA Pangandaran sedang melakukan pendataan hewan burung di salah satu rumah warga Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Entang Saeful Rachman/HR.

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) Kabupaten Pangandaran, bersama petugas Polisi Hutan (Polhut) wilayah Pangandaran, mendata hewan burung yang dipelihara oleh warga, Kamis(20/2/2014).

Pendataan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait merosotnya pertumbuhan pohon hutan akibat dampak dari penangkapan jenis hewan burung yang saat ini sedang marak.

Kepala Koordinator Lapangan BKSDA Kabupaten Pangandaran, Uking Iskandar, mengatakan, pihaknya bersama petugas Polhut disebar di beberapa tempat untuk melakukan pendataan terhadap jenis hewan burung yang saat ini sedang marak dipelihara, dan diperjualbelikan oleh masyarakat luas.

“Pendataan ini akan dilakukan di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran. Untuk 2014 ini, hewan burung yang sudah terdata dari ke dua kecamatan, yakni Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih, baru mencapai sekitar 300 lebih burung yang dipelihara oleh masyarakat setempat,” tutur Uking, kepada HR, Kamis (20/02/2014).

Menurutnya, diperkirakan dalam bulan Pebruari ini, hewan burung yang dipelihara oleh masyarakat sudah bisa terdata semua.

Sementara di tempat terpisah, Kepala BKSDA Kabupaten Pangandaran, Yana Hendrayana, menyebutkan, pendataan hewan ini merupakan tupoksinya sebagai Badan Konservasi dalam menjaga kelestarian alam yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Berbagai penyakit pohon timbul akibat dari kelangkaan hewan burung yang biasanya memakan hama di pohon. Namun, kini dengan semakin banyaknya burung yang ditangkap oleh sebagian warga, maka pohon hutan tersebut tidak bisa tumbuh dengan baik lantaran terkena hama, contohnya seperti ulat.

“Jadi kalau volume burung yang bebas beterbangan itu semakin banyak, maka pertumbuhan pohon hutan tersebut bisa terjaga dari hama ulat karena dimakan oleh burung tersebut. Selain itu, juga tujuan kami adalah mendata hewan langka yang ada di masyarakat karena hewan tersebut perlu dijaga kelestariannya, selanjutnya akan dilepaskan kembali ke habitatnya,” ujar Yana.

Dia menambahkan, sejak tahun 2013 pihaknya sudah mendata burung yang beredar di masyarakat, mulai dari Kecamatan Pandaherang sampai Kalipucang dan sekitarnya. Pendataan yang dilakukan sekarang merupakan Program Lanjutan BKSDA Kabupaten Pangandaran. (Ntang/R3/HR-Online)

“Harapan kami agar masyarakat bisa bekerjasama dengan kami agar pelaksanaan bisa berjalan dengan baik,” kata Yana. (Ntang/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply