Bus Budiman Vs Carry ‘Adu Bagong’ di Banjarsari Ciamis

19/02/2014 0 Comments
Bus Budiman Vs Carry ‘Adu Bagong’ di Banjarsari Ciamis

Mobil carry nopol R 8922 NB mengalami ringsek, setelah bertabarakan dengan Bus Budiman, di daerah Pangumbahan, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Selasa (18/02/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Banjarsari, (harapanrakyat.com),-

Sebuah Bus antar kota antar provinsi milik perusahaan Budiman ‘adu bagong’ dengan mobil carry nopol R 8922 NB, di sebuah tikungan, tepatnya di daerah Pangumbahan, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Selasa (18/02/2014). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, sopir mobil carry mengalami patah tulang akibat terjepit body mobil.

Proses evakuasi sopir mobil carry yang dikemudikan oleh Aji Wardana (45) Warga Dusun Sukasari RT 01/RW 01 Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari ini, berlangsung dramastis. Pasalnya, kaki sopir terjepit di bawah body mobil bagian depan yang mengalami ringsek. Puluhan warga setempat yang melihat kejadian ini langsung menolong korban. Kemudian korban dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Ujang Maman, kondektur bus Budiaman, kecelakaan ini terjadi karena kedua mobil tersebut dari arah yang berlawanan sama-sama mengambil jalur yang sama dan tabrakan pun tak bisa dihindari lagi.

Sementara itu, Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono, melalui Kanit Reskrim IPDA Asep Mulyadi membenarkan kejadian tabrakan tersebut. Menurut Asep, korban mengalami patah tulang dan luka sobek di bagian kening. Setelah mendapat penanganan medis di Puskesmas Banjarsari, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Orthopedi Purwokerto untuk penanganan lebih lanjut.

Kini kasus kecelakaan tersebut sudah ditangani Satlantas Polsek Banjarsari. Sementara kedua kendaraan yang mengalami tabrakan, sudah diamankan di Mapolsek Banjarsari. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply