Di Banjar, Nenek Tua Hidup di Gubuk Sempit Sebatang Kara

22/02/2014 0 Comments
Di Banjar, Nenek Tua Hidup di Gubuk Sempit Sebatang Kara

Emak Piyoh (73), seorang nenek yang hidup sebatangkara, tengah terbaring lesu karena sakit, di sebuah gubuk sempit, di Lingkungan Cimenyan 2 RT 01/RW 08 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com)

Seorang nenek tua di Lingkungan Cimenyan 2 RT 01/RW 08 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tinggal di sebuah gubuk dan hidup sebatang kara tanpa ada sanak keluarga.

Nenek itu bernama Emak Piyoh (73). Kini, dia kondisinya sedang sakit, di saat hidup malang sendirian. Dalam kesehariannya, dia hidup serba kekurangan, untuk makan sehari-hari pun bergantung dari pemberian tetangga.

Kondisi ini memang ironis, jika dibanding dengan pesatnya pembangunan di segala bidang di Kota Banjar. Di saat Kota Banjar tengah memperingati Hari Jadi yang ke-11, namun masih ada masyarakat yang hidup sangat memprihatinkan, bahkan belum tersentuh oleh Pemkot Banjar sendiri.

Menurut Suranto (59), tetangga Emak Piyoh, kehidupan nenek ini sangat memprihatinkan. Bahkan, kadang ia memberi bantuan, berupa makanan alakadarnya lantaran kasihan melihatnya. “Saya berharap semoga sang nenek mendapat perhatian dan mendapat bantuan dari pemerintah setempat,” ujar Suranto kepada HR Sabtu (22/02/2014).

Hal yang sama juga diucapkan Ny. Holisoh atau yang akrab disapa Bu Ocoh (62), warga setempat. Menurutnya, dirinya bersama warga lainnya pun sering membantunya lantaran sang nenek tua itu sudah tidak bisa apa-apa dan hanya berbaring di bangunan gubuknya yang sempit itu. “Kami beserta warga lainnya sering bantu dia, kasihan Mas dia sudah tidak bisa apa-apa,” ucap Ocoh. (Hermanto/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!