Dinkes Ciamis Khawatir Pelayanan BPJS Tidak Maksimal

Dinkes Ciamis Khawatir Pelayanan BPJS Tidak Maksimal

Foto: Ilustrasi/Net Istimewa

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meski pemerintah sudah meluncurkan program jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang digulirkan pada awal tahun ini, namun dalam prakteknya tidak diiringi dengan penambahan jumlah tenaga medis.

Setelah BPJS digulirkan, diprediksi jumlah kunjungan pasien ke sejumlah Puskesmas akan meningkat signifikan. Dengan keterbatasan tenaga medis yang ada saat ini, membuat sejumlah Puskesmas di Kabupaten Ciamis khawatir tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada pasiennya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Aat Gustiawati, mengaku khawatir dengan minimnya tenaga medis di hampir  seluruh Puskesmas di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, kekurangan tenaga medis ini sedikitnya akan berdampak terhadap pelayanan kesehatan.

“Kami juga heran hingga saat ini pemerintah pusat belum mengadakan program penambahan tenaga medis di Puskesmas seiring program BPJS digulirkan. Kita prediksi peningkatan pasien akan meningkat tajam setelah adanya program tersebut,” terangnya, kepada HR, Senin (10/02/2014).

Menurut Aat, idealnya di satu Puskesmas terdapat  2 dokter umum, 1 dokter gigi dan 1 apoteker, ditambah sejumlah perawat pembantu. “Namun, di seluruh Puskesmas di Kabupaten Ciamis belum ada satupun jumlah tenaga medis yang ideal. Bahkan, masih ada Puskesmas yang belum memiliki dokter,” terangnya.

Aat menjelaskan, tenaga medis yang ditugaskan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Ciamis terdiri dari 39 dokter umum, 14 dokter gigi dan 8 apoteker. Sedangkan jumlah Puskesmas yang ada saat ini berjumlah 37.

“Jadi, kalau dilihat dari rasio jumlah puskesmas dengan tenaga medis di Ciamis, jelas jauh dari angka ideal. Karenanya, kami berharap Kementrian Kesehatan segera mencari solusi agar kekurangan tenaga medis ini tidak berdampak terhadap pelayanan kesehatan seiring digulirkannya program BPJS, ” paparnya.

Menurut Aat,  satu Puskesmas di Kabupaten yang belum mempunyai tenaga dokter, yakni Puskesmas Jatinegara. Untuk mengatasi kekosongan tersebut solusinya dengan menugaskan dokter di puskesmas di daerah terdekat bergantian memberikan pelayanan di Puskesmas Jatinegara.

“Hal itu terpaksa kami lakukan, agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatinegara dapat berjalan. Kita pun membuat jadwal untuk dokter yang diberi tugas tambahan di Puskesmas Jatinegara,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles