Hadapi Era Globalisasi, Unigal Ciamis Disarankan Ubah Nama

20/02/2014 0 Comments
Hadapi Era Globalisasi, Unigal Ciamis Disarankan Ubah Nama

Kampus Universitas Galuh (Unigal) Ciamis. Foto: Dok

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Guru Besar Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. DR. Dadang Suhardan, M.Pd, menyarankan agar nama Universitas Galuh (Unigal) dirubah menjadi Universitas Galuh Indonesia.  

Hal itu terungkap dalam kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana (IMPAS) Unigal Ciamis, Minggu (16/2/2014), di Gedung Auditorium Unigal. Seminar itu bertemakan ‘Manajemen Investasi Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan’.

Dadang menuturkan alasan penggantian nama Unigal. Menurut dia, Unigal bukan hanya aset milik warga Ciamis, melainkan sudah aset nasional. Buktinya, saat ini Unigal sudah mendapat pengakuan di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan Jepang.

“Bukti lainnya, mahasiswa yang mengikuti Program Pasca Sarjana di kampus Unigal Ciamis ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Dadang juga menyampaikan, generasi penerus pembangunan bangsa dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yeng berorientasi ke masa depan, standardized dan sesuai dengan persyaratan lulusan pendidikan berstandar Internasional.

Penyelenggaraan sistem pendidikan yang bermutu tinggi dan berstandar Internasional akan berhasil efektif, apabila didukung oleh Sumber Daya Manusia pendidikan (pendidik dan tenaga kependidikan) yang profesional dan berkinerja tinggi.

Selain itu, peningkatan profesionalisme SDM pendidikan dalam manajemen sistem pendidikan nasional, merupakan “key faktors” untuk mewujudkan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional yang bermutu tinggi di era globalisasi dan perkembangan IPTEK yang sangat cepat.

Lebih lanjut, dia menandaskan, pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dan strategi investasi pengembangan SDM pendidikan, merupakan modal dasar untuk mewujudkan sistem pendidikan yang bernutu tunggi dan berstandar Internasional.

Dia juga menambahkan tentang empat faktor penentu keunggulan suatu negara atau masyarakat. Diantaranya adalah, 45 persen faktor Innovation & Creativity, Networking 25 persen, faktor Technology 20 persen dan Faktor Natural Resources 10 persen.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, H.A.A Anwar Prabu Mangkunegara, M.Psi, mengungkapkan, di era globalisasi ini, SDM lembaga pendidikan diharapkan memilki mindset global, persepsi luas, motivasi berprestasi, toleransi stress, dan berjiwa wirausaha. Karena dengan begitu, kata dia, SDM tersebut mampu memimpin kerja, mencapai kinerja maksimal dan berkarir di lembaga pendidikan yang menaunginya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Pascasarjana Unigal, DR. Enas, SE, MM, dalam sambutannya, berharap agar Mahasiswa Pascasarjana Unigal memiliki keunggulan ketika terjun di tengah masyarakat. Para mahasiswa juga dapat menjadi lulusan yang kreatif, inovatif, sehingga menjadi manusia yang unggul dan dapat bersaing.

Pembantu Rektor II, Endang Supriatna, SH, M.Si, berpesan, agar alumni Pasca Sarjana Unigal dapat mengawal Undang-Undang tentang Desa, yang akan menggulirkan dana anggaran sebesar Rp. 1,2 milyar perdesa. Menurut dia, tanpa manajemen yang handal, dana sebesar itu akan kurang bermanfaat bagi kepentingan pembangunan di desa.

Ketua IMPAS Unigal, yang juga Ketua Penyelenggara acara, Idis Kudsi, menyebutkan, kegiatan seminar tersebut diikuti 617 orang. Pesertanya terdiri dari 606 orang mahasiswa Program Pascasarjana Semester 1, 2, dan 3, lima orang Dosen, dan enam orang dari luar mahasiswa Unigal Ciamis. (Askar/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!