Lagi, Potensi Wisata Gua Alam Ditemukan di Cigugur Pangandaran

15/02/2014 0 Comments
Lagi, Potensi Wisata Gua Alam Ditemukan di Cigugur Pangandaran

Inilah lokasi Gua Cilalay yang terdapat di Dusun Karanganyar Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah Karangtaruna Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, membuka objek wisata alam yang menjual keindahan 7 buah gua, kini di Dusun Karanganyar Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur pun ditemukan kembali dua buah gua alam yang sangat menarik dengan dihiasi ornamen batu stalagmit dan stalaktit yang sudah berusia ratusan tahun.

Uniknya, gua ini di bagian dalamnya terdapat bebatuan berbentuk kubah. Areal dalam gua ini pun sangat luas. Warga setempat menamai gua itu dengan sebutan gua Cilalay. Nama itu diambil karena di dalam gua tersebut tempat berkumpulnya ribuan kelelawar yang bergelantungan di sejumlah sudut dinding gua.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Cigugur, Rodih, SH, menjelaskan, gua tersebut berada di atas lahan milik Perum Perhutani dengan luas sekitar 8 hektar. Gua ini pun belum pernah tereksploitasi tangan manusia.

“Belum ada wisatawan ataupun penjelajah yang masuk ke gua tersebut. Karena memang gua ini masih jarang dijamah manusia,” ujar Rodih, kepada HR, Jum’at (14/02/2014).

Menurut Rodih, di dalam gua tersebut pun banyak terdapat mata air yang keluar dari sela-sela dinding batu yang digunakan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari. Warga setempat memasang pipa untuk mengalirkan air ke pemukiman mereka. “Airnya sangat jernih dan masih alami,” imbuh Rodih.

Tak hanya itu, kata Rodih, di dalam gua itu pun terdapat dua air terjun setinggi tujuh meter. “Kedua air terjun itu airnya mengalir ke sepanjang gua melalui sungai yang tembus ke objek wisata sungai Green Canyon Cijulang dan sungai Ciwayang sampai ke wisata Citumang Parigi,” ujarnya.

Rodih mengungkapkan, sebenarnya masih banyak lagi gua alam yang belum tergali di wilayah Kecamatan Cigugur yang letak geografisnya memang dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan. Dia pun berharap gua tersebut bisa dijadikan obyek wisata alam yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kita pun meminta Pemkab Pangandaran agar bisa membantu mengembangkan potensi alam tersebut. Jika gua itu nantinya dikembangkan menjadi tempat objek wisata, harus membuka akses jalan baru yang berjarak sekitar kurang lebih 600 meter,” ujar Rodih.

Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM, Kabupaten Pangandaran, Drs. Suheryana, mengatakan, gua tersebut sangat bagus dan layak jual untuk dikembangkan dan dipromosikan ke wisatawan.

“Di areal gua itu pun terdapat sungai yang bisa dipakai untuk berenang. Selain itu, di dalam gua itu juga terdapat batu kapur yang sudah mengkristal bening seperti kaca. Batu kristal itu terbentuk dari proses tetesan air yang terjadi secara alamiah,” ujar Suheryana, kepada HR, Jum’at (14/02/2014). (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply