Pelajar Terlibat Pembunuhan di Pangandaran Dikenal Siswa Pendiam

27/02/2014 0 Comments
Pelajar Terlibat Pembunuhan di Pangandaran Dikenal Siswa Pendiam

Para pelaku pembunuhan sopir rental yang terjadi di Hotel Pondok Sanur Pangandaran, saat diperiksa di Mapolres Ciamis, Selasa (25/02/2014). Foto : Dian Sholeh Wardiana/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Akibat terseret kasus pembunuhan yang melibatkan seorang oknum anggota Polresta Banjar berinisial MS, akhirnya HN (17), pelajar kelas 3 SMK Bina Putera Banjar, terpaksa harus menunda cita-citanya untuk bekerja selepas lulus dari sekolah tahun ini.

Lebih memprihatinkan lagi, HN terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Keterlibatan HN dalam kasus pembunuhan Ragil Imam Sutarno (40), sopir ‘Jam’ Rental Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terjadi di kamar nomor 6, Hotel Pondok Sanur, Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (13/02/2014) lalu, memang sangat mengejutkan masyarakat, terutama keluarga dan pihak sekolah.

Pasalnya, HN dalam kesehariannya dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan baik. Bahkan, menurut Bagian Humas sekaligus Guru BP SMK Bina Putera Banjar, Drs. Dedi Sudyawan, bahwa di lingkungan sekolahnya HN merupakan siswa yang tidak pernah memiliki masalah krusial, khususnya berkaitan dengan kenakalan remaja.

Saat dijumpai HR di kantornya, Rabu (26/02/2014), Dedi yang sudah puluhan tahun mengabdi di sekolah ini mengaku sangat prihatin dengan kasus hukum yang menjerat salah satu anak didiknya tersebut.

“HN tercatat sebagai siswa yang baik dan tidak pernah terkendala dalam masalah absensi maupun kenakalan remaja lainnya,” kata Dedi.

Bahkan, lanjutnya, HN sempat mengungkapkan keinginannya untuk secepatnya menyelesaikan sekolahnya dan bekerja untuk membantu menopang perekonomian keluarganya.

“Kami selalu menyalurkan siswa-siswa didik kami untuk bekerja di sebuah perusahaan yang sudah bekerjasama dengan kami, dan kebetulan HN sempat bilang kalau dirinya ingin langsung bekerja selepas dari sekolah nanti,” tuturnya.

Kasus yang membelit HN ini diduga diawali dari perkenalannya dengan MS, oknum anggota Polresta Banjar yang juga ditetapkan sebagai salah satu tersangka dari 5 pelaku Curas yang berakhir dengan pembunuhan tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat pihak sekolah, HN direkrut MS sebagai informan untuk kasus-kasus Narkoba, sehingga hubungan keduanya disinyalir sudah terjalin akrab. Kendati demikian, salah satu guru di sekolahnya sempat mengingatkan HN agar fokus dulu di sekolah dan menyelesaikan pendidikannya tahun ini.

“Semoga pihak kepolisian dapat memberi kebijakan kepada HN untuk tetap bisa mengikuti Ujian Nasional, sebelum putusan Pengadilan dijatuhkan kepada yang bersangkutan,” harap Dedi. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!