Pelaku Pembunuhan di Pangandaran Gunakan Mobil Kijang Plat R

14/02/2014 0 Comments
Pelaku Pembunuhan di Pangandaran Gunakan Mobil Kijang Plat R

Seorang wisatawan tanpa identitas saat ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki diikat serta mulut dibekap lakban, di kamar nomor 6 Hotel Pondok Sanur Pangandaran, Kamis (13/02/2014). Foto: Madlani/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kasus pembunuhan di Hotel Pondok Sanur Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, yang terjadi Kamis (13/02/2014) sore, kini menyisakan misteri. Pasalnya, saat ditemukan, baik di tubuh korban maupun di sekitar TKP tidak ditemukan kartu identitas korban. Begitu pun teman korban yang diduga sebagai pelaku pembunuhan hingga saat ini identitasnya belum terkuak.

Nurmaningsih (23), pemilik hotel Pondok Sanur, mengatakan, selama 8 orang tamu, termasuk salah satu diantaranya korban, menginap di hotelnya tidak pernah ada komunikasi. Tamu hotel misterius itu pun tidak meninggalkan KTP saat chek in kamar hotel.

“Kami awalnya tidak menaruh curiga sedikitpun kepada rombongan tersebut. Karena tidak ada aktivitas mereka yang mencurigakan selama menginap di sini,” ungkapnya, kepada HR, Jum’at (14/02/2014). [Baca: Dibunuh! Wisatawan di Pangandaran Tewas di Kamar Hotel]

Menurut Nurmaningsih, dari 8 orang tamu tersebut diketahui 7 orang lelaki berumur antara 40- 45 tahun dan satu orang perempuan kira-kira berumur 40 tahunan.

“Perempuan itu membawa anak kecil berumur 1 tahunan. Saya ingat, perempuan yang bawa anak kecil dan seorang lelaki memesan kamar nomor 1. Sementara 6 orang lainnya termasuk korban didalamnya memesan kamar nomor 6, “ terangnya.

Nurmaningsih menambahkan, saat rombongan misterius itu datang, mereka menggunakan mobil kijang dengan plat nomor polisi R. “Yang saya ingat, mereka datang hari Rabu (12/02/2014) sekitar pukul 14.30 WIB, dengan menggunakan mobil jenis kijang. Plat nomor mobilnya R, namun nomornya saya lupa tidak mencatat, “ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek Pangandaran Kompol Bujang Harapan, mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, di bagian tubuh, tangan dan kaki korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. Hanya, pada bagian wajah dan mulut tampak  ditemukan luka lebam akibat penganiayaan.

“Gigi depan korban ditemukan copot, diduga akibat pukulan benda keras atau penganiayaan. Hasil penyelidikan sementara korban tewas akibat dibunuh,” kata Bujang.

Menurut dia, pada pakaian korban tidak ditemukan kartu identitas. Begitupun korban dan rekannya tidak meninggalkan KTP kepada pengelola hotel saat Chek In kamar hotel. Sementara di TKP tidak ada satu pun orang yang mengenali korban.“ Karena korban ini seorang wisatawan dari luar daerah Pangandaran, “ ujarnya.

Kata Bujang, meskipun di dekat korban ditemukan sebuah tas, namun lagi-lagi tidak terdapat petunjuk yang bisa menguak indentitas korban. “ Kita saat ini tengah menyelidiki lebih dalam terkait kasus pembunuhan ini. Sementara mayat korban akan segera dibawa ke RSUD Banjar untuk dilakukan otopsi, “ terangnya.

Sementara itu, wisatawan yang ditemukan tewas di kamar hotel itu memiliki ciri-ciri, yakni umur ditaksir sekitar 38 tahun, tinggi 170 cm, rambut ikal, menggunakan kaos warna kembang, coklat dan celana warna abu-abu tua. (Mad/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!