Pengelola Studio Galaxy; Berawal dari Hobi Beranjak ke Bisnis

05/02/2014 0 Comments
Pengelola Studio Galaxy; Berawal dari Hobi Beranjak ke Bisnis

Photo : Ilustrasi/ Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Studio musik atau yang akrab disebut rental (studio) band, sampai kini tetap menjadi primadona remaja yang ingin menghabiskan waktu dengan bermain musik. Hampir semua remaja sangat menggemari musik, bahkan menjadikan musik sebagai nafas hidup.

Tidak jarang, banyak remaja yang awam bermusik pun coba-coba bermusik dan bergaya di studio, layaknya band-band terkenal. Keberadaan jasa rental band inilah yang secara sangat sadar, memberi ruang bagi remaja untuk menyalurkan bakat bermusiknya.

Sandy febdiana (26), pemilik Studio Galaxy, yang beralamat di Dusun Handapherang RT 32 RW 13, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (31/1/2014), mengatakan, banyaknya remaja yang menyukai musik menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Menurut Sandy, sejak dirintis tahun 2010, studio miliknya itu hanya sebatas ruang menyalurkan hobi. Maksudnya agar dia bisa bebas bermain musik tanpa perlu menyewa pada orang lain. Tetapi karena banyak teman-teman yang sering bermain di studionya, sehingga yang tadinya sekedar tempat ruang menyalurkan hobi sekarang malah menjadi tempat rental.

Kepada HR, Sandy menyebutkan, mulai Senin hingga Kamis minimal ada lima grup band yang datang untuk berlatih saban hari. Sedangkan pada hari Jumat-Minggu, jumlah grup yang datang dan berlatih naik dua kali lipat.

Dengan tarif terjangkau, pelanggan Galaxy paling banyak anak sekolah dan mahasiswa. Tak salah jika pelanggan Galaxy melonjak setelah ujian sekolah dan universitas selesai, termasuk saat musim liburan.

Awalnya, tarif sewa Rp 17.000 perjam. Tetapi karena mengikuti pangsa pasar di daerah lain, tarif naik menjadi Rp 20.000 perjam. Itupun belum termasuk dobel pedal. Bila konsumen ingin menyewa alat yang dobel pedal, maka ada tambahan biaya.

Pendapatan yang diperoleh dari bisnis ini, kata Sandy, digunakan untuk biaya listrik, gaji pegawai, dan biaya perawatan. Perawatan alat-alat band sifatnya rutin tiga bulan sekali, tergantung kerusakan.

Pada kesempatan itu, Sandy mengungkapkan, kualitas sound, alat musik, dan pelayanan yang diberikan, sangat menentukan studio musik itu bertahan atau tidak. Karena, banyak pengelola studio musik yang tidak memperhatikan hal-hal seperti itu.

Di studio ini, kata dia, setiap malam selalu ada pemuda yang nongkrong, entah itu sekedar kumpul-kumpul ataupun tukar pengetahuan dalam bermusik. Diapun sangat mendukung hal itu. Karena dengan adanya studio rental band miliknya, para pemuda baik pelajar sekolah maupun pemuda, dapat menyalurkan hobi dan kegiatan melalui kegiatan positif. (ry/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!