Pengidap Hydrocephalus Hanya 1 Orang di Pangandaran

12/02/2014 0 Comments
Pengidap Hydrocephalus Hanya 1 Orang di Pangandaran

Rombongan Penjabat Bupati dan Pengusaha Kayu saat mengunjungi Ilham Nurdiansyah, di sebuah masjid di Sidamulih. Photo : Madlani/ HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mencatat Ilham Nurdiansyah (2,5), penderita Hydrocephalus pertama di Kabupaten Pangandaran. Balita yang memiliki berat sekitar 12 kilogram ini merupakan anak ketiga dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Rasidi (45) dan Supriatin (37), warga Dusun Cibodas, Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih.

Kepala Dinkes Pangandaran, Dede Saepul Uyun, mengatakan kasus penyakit pembesaran kepala atau Hydrocephalus ini kasus pertama di Pangandaran. Kasus ini sudah ditangani Dinkes. “Sampai sekarang belum ada kasus lain selain Ilham warga Sidamulih ini,” ungkapnya.

Kondisi yang dialami Ilham ternyata menyentuh hati pemerintah dan pengusaha kayu di Pangandaran. Sampai-sampai, Penjabat Bupati Endjang Naffandy, bersama Jaka Purnama alias Sentot dan H. Lilih, mengunjungi langsung Ilham dan keluarga.

Pada kesempatan itu, Endjang memberikan bantuan dana untuk pengobatan Ilham, yang diterima langsung oleh kedua orang tuanya. Menurut Endjang, bantuan pemerintah ini dialokasikan dari APBD 2014. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa meringankan beban pengobatan Ilham.

Endjang juga menginstruksikan agar Camat Sidamulih, Undang Rusnandar, M.Si, untuk membantu proses pembuatan Asuransi Mandiri bagi Ilham.

Jaka Purnama, mengaku sangat bahagia bisa berbagi dengan sesama warga Pangandaran. Dia juga berharap, bantuan yang diberikan itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kesembuhan Ilham. Senada dengan itu, H. Lilih, juga mendoakan agar Ilham bisa lekas sembuh dan bisa menjalani kehidupan sebagaimana anak-anak seusianya.

Kepala Desa Kersaratu, Sukanda, mengungkapkan, Ilham pernah dibawa berobat ke RS Margono di Purwokerto dan menjalani 2 kali operasi, pada usia 1 tahun dan operasi terakhir sekitar tahun 2012. Karena terhambat masalah biaya, pengobatan dan pengontrolan tidak lagi dilakukan.

Rasidi (45), ayah Ilham, mengaku sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan pengusaha kayu. Dia juga mengamini, bantuan yang diberikan tersebut bisa membantu untuk kesembuhan anaknya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply