Pj. Bupati Pangandaran: Jangan Sampai Pengawasan Untuk Menjatuhkan

02/02/2014 2 Comments
Pj. Bupati Pangandaran: Jangan Sampai Pengawasan Untuk Menjatuhkan

Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandi

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menanggapi kritikan pedas yang dilontarkan Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, H. Supratman,  Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandi, menegaskan, tidak hanya Presidium, siapapun berhak melakukan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan di Pangandaran.

“LSM, Ormas ataupun masyarakat biasa sekalipun, berhak melakukan pengawasan terhadap kami. Selagi kontrol sosial yang dilakukan untuk kemajuan Pangandaran, kami terbuka dan mempersilahkan siapapun melakukan kritik terhadap kinerja kami,” ujarnya, ketika dihubungi HR, via telepon selulernya, Selasa (28/01/2014). [Baca: Presidium Kritik Penjabat Bupati Pangandaran]

Namun demikian, lanjut Endjang, kritikan atau pengawasan yang dilakukan jangan sampai menjurus kepada fitnah dan hanya untuk mendeskreditkan seseorang. “Saya tegaskan, silahkan saja siapapun mengawasi dan mengkritik kami, hanya saja niatnya yang baik. Jangan sampai pengawasan itu bertujuan untuk menjatuhkan seseorang,” tegasnya.

Endjang menjelaskan, terkait kekosongan 2 jabatan eselon II yang hingga saat ini belum terisi, karena ada faktor yang mempengaruhinya. Menurutnya, saat dirinya pertama kali membentuk susunan perangkat daerah di Pemkab Pangandaran, seluruh jabatan sebenarnya sudah terisi nama calon pejabat.

“Tetapi, susunan nama pejabat yang sudah saya konsep yang melibatkan tim dari Pemkab Ciamis, ternyata ada yang mengubah. Saya tidak mau katakan siapa yang mengubah, tetapi nama Sobar Sugema, yang sebelumnya saya pilih sebagai Kepala Disdikpora, ada yang mencoret,” bebernya.

Menurut Endjang, setelah terjadi kekosongan pada jabatan Kepala Disdikpora, dirinya bingung untuk memilih siapa yang layak menempati posisi tersebut. Keterbatasan SDM yang dimiliki Pemkab Pangandaran, juga ikut mempengaruhi jabatan tersebut hingga saat ini masih kosong.

Sementara untuk jabatan Sekda, terang Endjang, bukan dirinya memperlambat proses penjaringan jabatan tertinggi di birokrasi tersebut. Tetapi, dirinya mencoba ingin menilai pejabat mana saja di Pemkab Pangandaran yang layak diajukan menjadi calon Sekda.

“Memang selama satu bulan dari pelantikan eselon II, proses penjaringan Sekda baru diajukan. Hal itu bukan artinya saya memperlambat, tetapi ingin menilai pejabat mana yang pas untuk diajukan. Kerena jabatan Sekda ini partner saya bekerja. Jadi, saya ingin memilih orang yang benar-benar pas, “ ujarnya.

Endjang menjelaskan, saat ini proses penjaringan Sekda masih diproses di Pemprov Jabar dan belum keluar siapa nama yang terpilih untuk menempati posisi jabatan tersebut. “Tetapi, saya terus koordinasi dengan pihak Pemprov terkait jabatan Sekda ini. Kapasitas saya hanya sebatas menanyakan kapan keluar nama Sekda terpilih. Sementara mengenai prosesnya, ada di pihak Pemprov, “ terangnya.

Endjang membantah bahwa dirinya tidak harmonis dengan Presidium. Menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai Pj Bupati di Pangandaran, tidak pernah melakukan benturan dengan pihak manapun. “Kalau Presidium menganggap demikian, itu merupakan haknya. Tetapi memang akhir-akhir ini Presidium sepertinya menjauhi saya, “ ucapnya.

Endjang menegaskan, dirinya terbuka untuk dikritik dan diberi masukan oleh siapapun. Dia pun meminta apabila ada persoalan, sebaiknya disampaikan langsung dan dirinya pun siap untuk melakukan dialog untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi.

“Saya sangat terbuka kepada siapapun untuk melakukan dialog dan diskusi demi kemajuan Pangandaran,” pungkasnya. (Mad/Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

2 Comments

  1. Holis Marwan February 02, at 12:04

    Sebagai rakyat kecil, saya berharap semua pihak di pangandaran mau menyimpan ego serta kepentingan pribadinya demi kemajuan dan kemaslahatan masyrakat Pangandaran,,, mari dasari dengan niat yang tulus memberikan pengabdian pada masyarakat.... SEMOGA

    Reply
  2. ir. agus bratawijaya, st. mm. mt February 03, at 11:43

    saya termasuk orang yang memperhatikan perkembangan wilayah selatan (pangandaran) dari tahun 1998. di tahuh 2003 jauh hari sebelum terbentuk kabupaten pangandaran, saat saya bertugas di pangandaran saya berkali-kali mengatakan bahwa pangandaran akan jadi sebuah kabupaten. itu juga terjadi sebelum presidium terbentuk. walaupun saya bukan orang asli pangandaran, tapi saya sangat mencintai daerah itu. sehingga ketika terbentuk presidium untuk mengusung pembentukan kabupaten pangandaran saya senang sekali. dan memang saya sempat mengikuti beberapa rapat awal pembentukan presidium mewakili institusi tempat saya bertugas. jadi terkait hubungan antara presidium dengan pj. bupati pangandaran yang kebetulan saya juga kenal dekat. menurut saya sah-sah saja kalo presidium melakukan kritik terhadap kinerja pj bupati pangandara. namun demikian hendaknya kritik itu sifatnya membangun. ajukan kritik lalu bimbing lah.. duduk bersama saling mengingatkan. janganlah melakukan kritik tapi disertai sikap menjauhi.. jangan berlebihan. hendaklah solid. harus diingat.. kepentingan rakyat wilayah pangandaran harus dikedepankan. harus dihindari sikap hendak mendominasi.. jangan sampai sikap presidium malah membuat rakyat pangandaran jadi alergi. sekali lagi renungkan... duduk bersama.. dan saling menyadari kepentingan bersama. ok ! viva kabupaten pangandaran !

    Reply

Leave a Reply