Puluhan Tahun Warga Cihideung Pangandaran Konsumsi Air Berwarna

24/02/2014 0 Comments
Puluhan Tahun Warga Cihideung Pangandaran Konsumsi Air Berwarna

Warga Dusun Cihideung, Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, menunjukkan air sumur yang berwarna kuning. Kondisi itu sudah dialami warga sejak puluhan tahun. Photo: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Warga di Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bertahun-tahun tidak dapat mengkonsumsi air sehat dan jernih. Pasalnya, hampir semua air sumur milik warga di wilayah itu berwarna kuning. 

Ketua RT 2 RW 8, Miardi, mengatakan, air sumur berwarna tersebut bila dimasak masih terasa sepet. Kondisi itu sudah dialami warga di RT 2 dan RT 3 RW 8 Dusun Cihideung sejak bertahun-tahun.

Miardi menuturkan, di musim kemarau dari total 120 rumah yang memiliki sumur, hanya 4 sumur saja yang bisa dinikmati, karena airnya bersih. Sayangnya, keempat sumur itu lokasinya sangat berjauhan.

“Kami sudah puluhan tahun dengan keadaan seperti ini. Air sumur berwarna kuning. Meskipun sudah diendapkan, jika dimasak masih terasa sepet. Jadi kami selalu beli air tawar (air isi ulang, red) setiap kali mau mengkonsumsinya walaupun itu mahal,” jelas Miardi.

Seingat Kepala Dusun Cihideung, Tantori, kejadian ini sudah berlangsung hampir 46 tahun. Sayangnya selama itu pula, apa yang dialami warga di kedua RT tersebut luput dari perhatian pemerintah.

Tantori mengaku, warga Dusun Cihideung melalui pemerintahan setempat, pernah mengajukan kepada pemerintah untuk mendapat pasokan air bersih. Tapi sampai saat ini belum ada realiasinya.

“Disini memang banyak air, bahkan sampai banjir. Untuk keperluan MCK, warga harus menadah air hujan. Tapi bila kemarau, warga menggali sumur di pinggiran Sungai Citanduy yang jaraknya mencapai 3 kilometer,” katanya.

Lebih lanjut, Tantori menyebutkan, kampung Cihideung dulunya merupakan tanah rawa. Beberapa tahun belakang, warga penrah mencoba menggunakan sumur bor. Tapi, lagi-lagi, kondisi airnya kurang bagus. Begitu juga ketika membuat sumur sedalam 8 meter di pinggir kali, airnya pun kurang baik untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Pangandaran, Dede Saeful Uyun, warga Dusun Cihidueng bisa mengkordinasikan kasus tersebut dengan Bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) di Dinkes Pangandaran.

“Itu merupakan kasus mengenai lingkungan, jadi kordinasinya dengan Bagian Kesling. Nanti air yang berwarna kuning tersebut akan diteliti kandungannya,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply