Tapak Ki Jongrang di Pangandaran Akan Diteliti Arkeolog

19/02/2014 0 Comments
Tapak Ki Jongrang di Pangandaran Akan Diteliti Arkeolog

Inilah tapak Ki Jongrang yang terdapat di tepatnya di Blok Leuwi Dulang Pereket, Desa Jadimulya, yang berbatasan dengan Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar dan Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Foto: Asep Kartiwa/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Telapak (tapak) kaki ukuran panjang 50 centimeter dan lebar 15 centimeter, ditemukan warga di hulu Sungai Cijulang, tepatnya di Blok Leuwi Dulang Pereket, Desa Jadimulya, yang berbatasan dengan Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar dan Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Kasim (62), warga setempat, meyakini, tapak kaki tersebut merupakan milik Ki Jongrang, seorang jawara pada jaman dulu. Tapak kaki tersebut mengisahkan Ki Jongrang saat melakukan pengejaran terhadap seorang putri.

Senada dengan itu, Kudik (84), warga keturunan Cikawung-Cidukuh Desa Selasari, mengaku tahu persis cerita tentang tapak Ki Jongrang. Menurut dia, Ki Jongrang merupakan keturunan taraju (kedua).

Keturunan pertama adalah Kyai Sembah atau Sembah Agung. Saat ini Sembah Agung adalah nama makam keramat yang berada di Dusun Pasuketan, Desa Batukaras, Cijulang. Keturunan kedua, yaitu Kyai Aki Gede Nini Gede.

Sebutan Ki Jongrang adalah karena Kyai Aki Gede Nini Gede memiliki postur tubuh besar dan tinggi, serta memiliki kesaktian. Ki Jongrang juga pernah berkelana ke Padaherang dan meninggalkan sebuah tapak disana.

Yana (33), warga Selasari, mengungkapkan, tapak kaki Ki Jongrang, merupakan tanda atau tapal batas wilayah kekuasaan kerajaan kecil bernama Harum Mandala. Saat itu kerajaan tersebut dikuasai Raja bernama Lujiana.

Sahro (46), menuturkan, beberapa tahun lalu tapak kaki Ki Jongrang masih terlihat jelas. Namun karena faktor cuaca, tapak itu kini sudah terkikis air. Diakui Nali (58), di kawasan itu pernah ada perkampungan (pamahan/ lembur). Salah satu buktinya, kata Nali, terdapat sejumlah pemakaman penduduk, diantaranya makam Ciceuri, Makam Cikaret, dan makam Cilubang.

Kasie Seni dan Budaya, Disdikpora Kabupaten Pangandara, Aceng Hasyim, belum lama ini, mengatakan, pihaknya sudah menanyakan keberadaan tapak kaki Ki Jongrang tersebut ke Badan Arkeologi di Jakarta.

Menurut dia, tapak kaki itu merupakan sebuah prasasti. Tapak kaki itu juga memiliki keterkaitan dengan tapak Budha yang pernah ditemukan warga sebelum-sebelumnya. Namun demikian, bulan depan tim dari Badang Arkeologi Jakarta akan turun ke lapangan, melakukan penelitian. (Askar/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply