UPTD PKB Pangandaran Bantah Keras Biaya KIR Mengelembung

21/02/2014 0 Comments
UPTD PKB Pangandaran Bantah Keras Biaya KIR Mengelembung

Kasubag PKB Pangandaran, Yadi Heryadi, SIP., bersama anggotanya sedang memeriksa salah satu kendaraan angkutan saat pelaksanaan KIR di halanman kantor PU Perhubungan, KOMINFO, Kabupaten Pangandaran. Fhoto : Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kesimpangsiuran isu yang mencuat ke permukaan terkait biaya pengujian kendaraan bermotor yang menggelembung di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor(PKB) Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pangandaran, dibantah keras oleh Kepala UPTD PKB, Deni Ramdani, S.Sos.

Ketika dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Deni mengaku, pihaknya merasa kecewa dengan adanya isu yang menimpa di lingkup UPTD PKB.

“Isu tersebut tidak benar. Silahkan saja tanya langsung kepada para konsumen yang telah melakukan pengujian kendaraannya, jangan asal ngomong saja, lihat dulu ke lapangan,” kata Deni, ketika ditemui HR, Kamis (20/02/2014).

Deni menjelaskan, khusus untuk di wilayah Kabupaten Pangandaran, dalam pengurusan KIR, para pemilik kendaraan bermotor kebanyakan menggunakan jasa calo.

“Kalau menggunakan jasa calo, jelas itu akan berbeda dengan biaya yang kami keluarkan kepada si pemilik kendaraan angkutan yang mendaftarkan langsung ke loket yang sudah tersedia di kantor kami,” ujarnya.

Namun, pihaknya juga tidak bisa menyalahkan para calo tersebut. Karena, disamping para pemilik kendaraan angkutan mempunyai organisasi angkutan, mereka juga banyak yang ingin tahu beres, yakni melalui jasa calo KIR.

“Kalau ingin murah, ya silahkan urus sendiri saja langsung ke loket kami, jangan lewat calo karena biaya yang ditetapkan oleh para calo kami tidak mengetahuinya, dan itu bukan tanggung jawab kami. Calo tersebut merupakan salah satu pengurus organisasi atau komunitas angkutan yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran,” tutur Deni.

Kasubag TU UPTD PKB, Yadi Haryadi, menambahkan, untuk memperlancar jalannya pengujian, kendaraan harus dalam keadaan laik jalan atau sudah memenuhi syarat.

“Kendaraan yang akan di uji harus sesuai dengan keriteria yang tercatat dalam berita acara pengujian berkala kendaraan bermotor, seperti kondisi peralatan kendaraan. Contohnya, plat nomor, nomor chasis, klakson dan lainya,” kata Yadi.

Syarat lainnya yakni sistem kemudi harus baik, rangka dan body, sistem penerangan, as dan supensi kendaraan, ban dan pelek, sistem rem, mesin atau transmisi, serta sistem bahan bakar dan kelistrikan. Semua harus dalam keadaan bagus atau normal untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dalam berlalu lintas.

“Persyaratan laik jalan terhadap kendaraan angkutan juga sangat menentukan acuan dalam keselamatan berlalu lintas di jalan raya, serta menjaga keselamatan para penumpangnya. (Ntang/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!